Ratusan Warga Turun Tangan Bersihkan Pantai Sigandu di Hari Nusantara
Menengok kembali catatan sejarah lingkungan di wilayah kita, sebuah aksi masif pernah digelar dalam rangka memperingati Hari Nusantara Tahun 2012. Tepat pada hari Jumat, 7 Desember 2012 silam, Pemerintah Kabupaten Batang menginisiasi gerakan "Bersih Pantai" yang memutihkan kawasan pesisir utara Batang.
Pusat kegiatan ini dilaksanakan di ikon wisata kebanggaan kita, Pantai Sigandu. Tidak hanya dihadiri oleh pejabat, ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah menyisir pasir pantai untuk memungut sampah.
Arsip Foto: Pemandangan Pantai Sigandu saat kegiatan Hari Nusantara 2012.
Pesan Wakil Bupati: Laut Bukan Keranjang Sampah
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Batang kala itu, Bapak H. Soetadi, SH, MM, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi perairan kita. Beliau menyoroti perilaku manusia yang kerap membuang limbah sembarangan ke sungai, yang pada akhirnya bermuara ke laut.
"Berbagai aktivitas kehidupan di pantai, mulai dari pemukiman, perikanan, hingga pariwisata menyumbang pencemaran. Hal ini menjadikan laut seakan-akan berfungsi sebagai keranjang sampah," tegas Wabup Soetadi di hadapan para relawan.
Kesadaran menjaga kebersihan air ini sangat krusial, mengingat Batang memiliki banyak potensi wisata air. Tidak hanya pantai, kita juga memiliki kekayaan alam lain seperti Wisata Air Terjun Curug Sijeglong yang juga perlu dijaga kelestariannya dari sampah pengunjung.
Kerja bakti membersihkan sampah plastik di area bibir pantai.
Sinergi Masyarakat dan Pemerintah
Upaya penyelamatan pesisir tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan sinergi antara pemerintah, LSM peduli lingkungan, dan masyarakat umum. Wabup Soetadi memberikan apresiasi tinggi kepada para pecinta alam yang konsisten merawat ekosistem laut.
Semangat gotong royong di pesisir ini mengingatkan kita pada tradisi bahari lainnya di Batang, seperti kemeriahan Tradisi Lomba Dayung di Klidang Lor, di mana sungai dan laut menjadi pusat kehidupan masyarakat yang harus dijaga kebersihannya.
Langkah Nyata: Penanaman Ribuan Mangrove
Drh. Mardjoko, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, menjelaskan bahwa kegiatan bersih pantai ini bertujuan menciptakan lingkungan wisata yang indah dan sehat.
Sebagai catatan sejarah, rangkaian kegiatan pelestarian ini sebenarnya sudah dimulai sebelum acara puncak. Pada tanggal 25 November 2012, instansi terkait telah sukses melakukan penanaman 16.000 pohon mangrove di pesisir Pantai Denasri dan Depok. Sebuah warisan hijau yang manfaatnya mungkin baru kita rasakan bertahun-tahun kemudian sebagai penahan abrasi alami.
Semoga dokumen kenangan ini menjadi pengingat bagi generasi muda Batang saat ini untuk terus melanjutkan estafet menjaga kebersihan Pantai Sigandu yang kini semakin populer.