Pesona Telaga Dringo: "Ranu Kumbolo" Tersembunyi di Perbatasan Batang dan Dieng
Batang – Di antara kabut tipis dan udara dingin pegunungan, tersembunyi sebuah permata alam yang memukau. Masyarakat sekitar mengenalnya sebagai Telaga Dringo atau Sidringo.
Terletak tepat di perbatasan antara Desa Mojotengah, Kecamatan Reban (Kabupaten Batang) dan dataran tinggi Dieng (Banjarnegara), telaga ini menawarkan panorama yang kerap disandingkan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Konon, cekungan telaga ini terbentuk dari sisa letusan kawah Gunung Slamet purba atau aktivitas vulkanik Dieng masa lampau.
Keindahan Telaga Dringo yang masih alami dan asri.
Rute Menuju Lokasi dan Tantangan Medannya
Bagi Anda yang berjiwa petualang, akses menuju Telaga Dringo memang menantang. Menurut pengalaman salah satu pengunjung, Henpy Yangkeh, medan perjalanan cukup ekstrem dengan tanjakan dan turunan bukit.
- Via Banjarnegara: Dapat ditempuh sekitar 2,5 jam, melewati kawasan Kawah Candradimuka.
- Via Gerlang (Batang): Jalur ini relatif lebih singkat, sekitar 1 jam perjalanan.
Sangat disarankan untuk datang saat cuaca cerah. Jika kabut turun, jarak pandang menjadi sangat terbatas. Namun, usaha keras Anda akan terbayar lunas begitu melihat hamparan air telaga yang tenang dikelilingi perbukitan hijau.
Status Konservasi dan Sejarah
Bukan sekadar tempat wisata, kawasan ini ternyata memiliki status penting sebagai Cagar Alam Tlogo Dringo. Berdasarkan papan informasi dari Departemen Kehutanan (BKSDA Jawa Tengah), kawasan ini memiliki luas sekitar 26,1 Hektare.
Status perlindungan ini bahkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, terbukti dengan adanya SK Penunjukan:
- Besluht Gubernur Jenderal Belanda No. 26 (Staatblad No. 76) Tanggal 10 Juli 1940.
- Keputusan Menteri Kehutanan No: SK.359/Menhut-II/2004 Tanggal 1 Oktober 2004.
Oleh karena itu, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak ekosistem saat berkunjung ke sini.
Galeri Keindahan Telaga Dringo
Potensi alam Batang memang luar biasa, memiliki perpaduan pantai dan pegunungan yang jarang dimiliki daerah lain. Seperti kata Farud Kamal Alfarra, "Jangan ragukan Batang, daerah yang komplit. Solo tidak punya pantai, tapi bisa maju. Apalagi Batang! Semangat Batang Berkembang."
Video Eksplorasi Telaga Dringo
Dokumentasi Video: Suasana Desa Mojotengah, Reban.
Tentang mitos atau cerita mistis di tempat ini, kuncinya ada pada diri kita sendiri. Seperti pesan bijak dari Lukman Hadi Lukito, "Alam akan bersahabat jika kita berniat baik. Sebaliknya, hal tak wajar sering terjadi jika manusia datang dengan niat merusak."
Ingin tahu rekomendasi wisata alam lainnya? Cek artikel Daftar Objek Wisata Alam Populer di Batang.
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar