Pembagian Grup Kompetisi Divisi I 2013 Persibat Masuk Grup 6

Daftar Isi

Salam Olahraga! Bagi para pecinta sepak bola nasional, membuka lembaran sejarah kompetisi masa lalu selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Kali ini, kita akan mengajak Anda bernostalgia ke tahun 2013, sebuah musim kompetisi yang penuh warna bagi Laskar Alas Roban.

Musim 2013 menjadi momen krusial bagi Persibat Batang dalam mengarungi ketatnya persaingan Divisi I Liga Indonesia (sekarang setara Liga 3/Liga 2). Saat itu, antusiasme suporter, baik itu Roban Mania, Rewo-Rewo Militan, hingga Brigata Ultras Roban, sedang berada di puncaknya untuk mendukung kebangkitan sepak bola daerah.

Pembagian Grup Kompetisi Divisi I 2013 Persibat Batang

Dokumentasi pembagian grup yang dirilis BLAI untuk musim kompetisi 2013.

Analisis Grup 6: Aroma "Derby" Kental Jawa Tengah

Sebelum kita melihat daftar lengkap dari Grup 1 hingga 12, mari kita bedah secara khusus posisi Persibat Batang. Berdasarkan rilis Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) saat itu, Persibat tergabung dalam Grup VI. Grup ini bisa dibilang unik dan menguntungkan dari sisi manajemen finansial klub, namun sangat berat dari sisi tekanan mental.

Mengapa? Karena Grup VI dihuni oleh tim-tim yang secara geografis bertetangga (Regional Jawa Tengah). Ini menciptakan efisiensi biaya transportasi (cost efficiency) karena jarak tempuh yang dekat, namun tensi pertandingan menjadi sangat panas karena gengsi kedaerahan.

  • Rivalitas Pantura: Pertemuan Persibat Batang, Persekap Pekalongan, dan Persik Kendal adalah laga Derby yang selalu menyedot ribuan penonton dan sponsor lokal.
  • Kuda Hitam Selatan: Kehadiran Persibas Banyumas dan ISP Purworejo menjadi ujian berat bagi dominasi tim pesisir utara.

Menariknya, pada musim ini juga terjadi fenomena unik di mana Bupati Batang Masuk Daftar Pemain resmi, sebuah strategi manajemen yang jarang terjadi di dunia sepak bola profesional.

Daftar Lengkap Pembagian Grup Divisi I 2013

Berikut adalah data arsip lengkap pembagian grup Divisi I Liga Indonesia 2013 yang mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Data ini penting bagi Anda pemerhati statistik sejarah sepak bola Indonesia.

Zona Sumatera (Grup I - III)

Persaingan di pulau Sumatera didominasi oleh tim-tim legendaris yang mencoba bangkit kembali.

Grup I: PS Bintang Jaya Asahan, PSDS Deli Serdang, PSTS Tanjung Balai, PS Pidie Jaya, Aceh Utara FC, Persal Aceh Selatan, Persidi Aceh Timur.

Grup II: PS Siak, Persiks Teluk Kuantan, Poslab Labuan Batu, Medan United, PSSA Asahan, PS Kwarta Deli Serdang, PS Bungo Jambi.

Grup III: PSBL Bandar Lampung, PS PLN Jambi, Persiju Junjung, PS Pasaman Barat, PSPP Padang Panjang, PSP Padang, Persepak Payakumbuh.

Zona Jawa & Banten (Grup IV - VIII)

Zona dengan populasi klub terbanyak. Persaingan di sini sangat ketat karena banyaknya akademi sepak bola dan infrastruktur stadion yang memadai.

Grup IV (Area Banten/DKI): Jaktim FC, Villa 2000, PSJS Jakarta Selatan, Matador FC, Persibabar Bangka Barat, Persista Sintang, Perserang Serang.

Grup V (Jawa Barat): PSGC Ciamis, Persikasi Bekasi, PSB Bogor, PS Maung Bandung, Persitas Tasikmalaya, Pesik Kuningan.

Grup VI (Jawa Tengah - Home Base Persibat):
1. Persibat Batang
2. Persik Kendal
3. Persekap Pekalongan
4. Persibas Banyumas
5. ISP Purworejo
6. PS Serang Jaya (Cross region)

Grup VII (Jateng/DIY): Persipa Pati, Persebi Boyolali, Persikaba Blora, PSISra Sragen, Persinga Ngawi, Tunas Jogja.

Grup VIII (Jatim/Bali/NTB): Persida Sidoarjo, Surabaya Muda, PSIL Lumajang, Persikapro Probolinggo, Perseden Denpasar, Persebi Bima, Persisum Sumbawa.

Zona Timur: Jawa Timur, Kalimantan & Papua (Grup IX - XII)

Tantangan terbesar di zona ini adalah akomodasi dan logistik perjalanan yang memakan biaya tinggi. Namun, talenta alam dari Indonesia Timur selalu menjadi komoditas panas di bursa transfer pemain.

Grup IX: Persenga Nganjuk, Persedikab Kediri, Persikoba Batu, PSID Jombang, Persatu Tuban, Persekabpas Pasuruan.

Grup X (Kalimantan): Martapura FC, PS Tapin Kalsel, Persehan Marabahan, Persekap Kapuas, PS PPU Penajam Paser Utara, Persikutim Kutai Timur.

Grup XI (Papua Barat): Persifa Fak-Fak, Persikos Sorong (Kota), Persiss Sorong, Persisoss Sorong Selatan, Persigubin Gunung Bintang, Persipani Paniai.

Grup XII (Papua & Maluku): Persinab Nabire, Persewar Waropen, Persias Asmat, Persipal Palu, PSKT Tomohon, Nusa Ina FC Ambon.

Pentingnya Kompetisi Divisi I bagi Ekonomi Daerah

Melihat kembali data tahun 2013 ini, kita bisa menyimpulkan bahwa Divisi I bukan sekadar liga amatir. Kompetisi ini adalah roda penggerak ekonomi mikro di daerah. Setiap pertandingan kandang (Home Match) membuka peluang usaha bagi pedagang asongan, pencetak tiket, hingga industri apparel (jersey).

Bagi Persibat Batang sendiri, berada di Grup VI tahun 2013 adalah momentum untuk membuktikan diri bahwa Batang layak diperhitungkan di kancah nasional. Dukungan total dari manajemen dan suporter menjadi kunci utama.

Demikianlah kilas balik arsip Pembagian Grup Kompetisi Divisi I 2013. Semoga artikel sejarah ini bermanfaat bagi referensi data sepak bola Anda. Mari terus dukung sepak bola lokal agar kembali berprestasi di masa depan!