Menelusuri Jejak Mataram di Situs Balekambang Gringsing: Misteri Arca Ular dan Mata Air Abadi
Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali membuka tabir sejarahnya yang memukau. Baru-baru ini, perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah tertuju pada sebuah destinasi yang memadukan keindahan alam dengan nilai historis yang kental, yaitu Situs Balekambang Gringsing. Berlokasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, situs ini bukan sekadar tempat rekreasi biasa, melainkan sebuah lorong waktu yang membawa kita kembali ke era kejayaan Mataram.
Bagi Anda pembaca setia mBatang.Com, sudahkah Anda menyempatkan diri berkunjung ke sini? Jika belum, artikel ini akan menjadi referensi lengkap sebelum Anda menjejakkan kaki di tanah legenda tersebut. Mari kita bedah lebih dalam mengenai eksotisme dan misteri yang menyelimuti Situs Balekambang.
Suasana asri di sekitar Situs Balekambang yang dikelilingi pepohonan tua.
Sejarah Emas: Jejak Logistik Sultan Mataram dan Ki Bahurekso
Nilai jual utama dari Situs Balekambang terletak pada narasi sejarahnya yang kuat. Berdasarkan cerita tutur turun-temurun dan kajian lokal, konon tempat ini dulunya merupakan sebuah pesanggrahan strategis. Situs ini diyakini sebagai peninggalan zaman Sultan Agung dari Kesultanan Mataram Islam.
Sejarah mencatat bahwa Ki Bahurekso, sang pembuka Alas Roban (hutan Roban) yang legendaris, memainkan peran penting di wilayah ini. Saat Sultan Mataram mempersiapkan ekspansi dan penyerangan besar-besaran terhadap kolonial VOC di Batavia (Jakarta), kawasan Balekambang Gringsing dipilih sebagai basis pertahanan dan penyimpanan logistik perang. Lokasinya yang tersembunyi namun memiliki sumber air melimpah menjadikannya tempat yang ideal untuk membendung kekuatan pasukan sebelum bergerak ke barat.
Kawasan ini juga sering disebut dengan nama Tunggorono. Ada dualisme makna mengenai nama ini. Dalam pewayangan, Tunggorono adalah nama sebuah tempat atau ksatrian. Namun, bagi warga sekitar Sidorejo, Tunggorono dipercaya sebagai sosok gaib "Danyang" atau penguasa yang menjaga wilayah tersebut.
Nuansa mistis semakin terasa dengan adanya kepercayaan bahwa kawasan ini dilindungi oleh sosok ular besar berkepala Kala. Hal ini bukan sekadar isapan jempol semata, karena secara fisik terdapat bukti berupa Arca Ular yang posisinya berada tepat di bawah pohon beringin raksasa. Arca ini menjadi ikon situs yang sering diabadikan oleh para fotografer sejarah.
Filosofi Balekambang: Sumber Mata Air Kehidupan
Secara etimologi, nama "Balekambang" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa, yaitu Bale (tempat/bangunan) dan Kambang (terapung). Nama ini menggambarkan kondisi geografis situs yang seolah-olah terapung di atas air karena melimpahnya debit air di lokasi tersebut.
Jantung dari situs ini adalah sumber mata air (sendang) yang sangat besar dan jernih. Air tersebut memancar deras dari sela-sela akar pohon beringin tua yang menaungi situs. Hingga hari ini, mata air Balekambang menjadi nadi kehidupan bagi masyarakat Desa Sidorejo dan sekitarnya. Petani memanfaatkannya untuk irigasi sawah teknis, sementara warga lain menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Kejernihan air yang dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
Pemandangan unik sering terlihat pada siang hari, di mana para pekerja perkebunan karet (yang berada di sebelah barat situs) sering mampir untuk mencuci hasil getah karet atau sekadar membersihkan diri. Suasana pedesaan yang otentik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan kota yang merindukan ketenangan.
Jika Anda menyukai wisata alam yang sejuk seperti ini, Anda mungkin juga tertarik mengunjungi Wisata Sibiting Kembanglangit Blado yang menawarkan panorama hutan pinus yang memukau.
Panduan Rute dan Akses Lokasi
Bagi Anda yang penasaran dan ingin berkunjung, lokasi Situs Balekambang cukup mudah dijangkau meski berada di pedalaman desa. Berikut ancer-ancer rutenya:
- Dari arah Jalur Pantura (Semarang atau Batang), carilah SPBU Gringsing.
- Di sebelah timur SPBU Gringsing, ambil jalan ke arah kiri (Utara) menuju Desa Krengseng.
- Ikuti jalan utama tersebut, jalur ini searah dengan rute menuju objek wisata populer Pantai Jodo.
- Setelah sampai di Desa Sidorejo, Anda bisa bertanya kepada warga sekitar letak "Balekambang". Warga setempat sangat ramah dan familiar dengan lokasi ini.
Peringatan Penting: Harap berhati-hati saat melintasi jalur ini, terutama saat melewati perlintasan kereta api (Double Track). Jalur menuju lokasi memiliki beberapa tikungan tajam dan persimpangan rel ganda yang memerlukan kewaspadaan ekstra.
Selain Balekambang, Batang juga memiliki ruang terbuka hijau yang tak kalah menarik di pusat kota, yaitu Hutan Kota Rajawali Batang yang cocok untuk jogging dan rekreasi keluarga.
Kesimpulan
Situs Balekambang Gringsing adalah mutiara tersembunyi yang menawarkan paket lengkap: sejarah Mataram yang agung, mitos lokal yang membuat penasaran, serta keasrian alam yang menenangkan. Sebagai wisatawan yang bijak, mari kita jaga kelestarian situs ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga sopan santun saat berkunjung.
Jadi, kapan Anda akan mengagendakan petualangan sejarah ke Gringsing? Siapkan kamera dan fisik Anda untuk menelusuri jejak Ki Bahurekso di tanah Batang.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar