Agrowisata Clapar Subah: Pusat Edukasi Hortikultura Terlengkap

Daftar Isi

Batang – Tren pariwisata modern kini telah bergeser. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari pemandangan indah untuk swafoto, melainkan mencari pengalaman yang memberikan nilai tambah atau edukasi (edu-tourism). Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang menghadirkan inovasi brilian melalui pengembangan Kebun Benih Hortikultura (BBH) Clapar di Kecamatan Subah menjadi sebuah destinasi Agrowisata terpadu.

Terletak di kawasan yang strategis dan asri, Agrowisata Clapar menawarkan perpaduan harmonis antara teknologi pertanian modern, konservasi tanaman buah unggul, dan wahana rekreasi keluarga. Destinasi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian, jika dikelola dengan manajemen profesional, mampu menjadi magnet ekonomi baru bagi daerah.

Transformasi Sejarah: Dari Kebun Dinas Menjadi Wisata Publik

Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata hits seperti sekarang, kawasan seluas delapan hektare ini memiliki sejarah panjang. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Batang, Migayani Thamrin, menjelaskan bahwa lahan ini awalnya merupakan aset milik Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Pada masa itu, pengelolaannya dilakukan melalui skema kerja sama dengan petani penggarap lokal.

Momentum perubahan terjadi seiring dengan bergulirnya era otonomi daerah. Pada tahun 2001, pengelolaan kebun ini diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Batang di bawah naungan Dispertanak. Melihat potensi besar yang dimilikinya, pemerintah daerah mulai melakukan revitalisasi infrastruktur secara bertahap.

Gerbang Masuk Agrowisata Kebun Benih Hortikultura Clapar Subah
Suasana asri di pintu masuk Agrowisata Clapar yang menyambut pengunjung.

Puncaknya, pembangunan sarana dan prasarana penunjang agrowisata dikebut mulai tahun 2005 hingga 2015 dengan dukungan pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Upaya panjang ini akhirnya berbuah manis dengan diresmikannya Agrowisata Clapar pada 27 Desember 2016 oleh Bapak Soetadi, yang kala itu menjabat sebagai Wakil Bupati Batang. Peresmian ini menandai babak baru pertanian di Batang yang lebih terbuka dan edukatif.

Fasilitas Unggulan dan Teknologi Pertanian Modern

Sebagai pusat edukasi, Agrowisata Clapar tidak main-main dalam menyediakan fasilitas. Pengunjung yang datang akan dimanjakan dengan lanskap pertanian yang tertata rapi. Salah satu daya tarik utamanya adalah Showroom Agropolitan dan fasilitas Screenhouse Hydroponic. Di sini, pengunjung dapat belajar langsung mengenai teknik budidaya tanaman tanpa tanah (hidroponik) yang kini sedang digandrungi masyarakat perkotaan.

Selain itu, tempat ini juga berfungsi sebagai pusat konservasi plasma nutfah. Berbagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dikembangkan di sini, antara lain:

  • Tanaman Buah Unggulan: Durian Otong yang legit, Kelengkeng, Manggis, Mangga, Sawo, Pisang, hingga buah Maoa yang jarang ditemui.
  • Sayuran Organik: Demplot tanaman sayur semusim yang dikelola dengan standar kesehatan tinggi.
  • Penyediaan Bibit: Bagi pengunjung yang ingin mencoba bertani, tersedia aneka bibit bersertifikat yang siap tanam.
Spot Foto Instagramable di Kebun Clapar
Credit: playa.ricca - Pengunjung menikmati spot foto di tengah kebun yang hijau.

Wisata Edukasi dan Pelatihan Agribisnis

Nilai jual utama (Unique Selling Point) dari destinasi ini adalah aspek pendidikannya. Agrowisata Clapar menyediakan fasilitas pelatihan pertanian yang dipandu langsung oleh para ahli agronomis. Program ini sangat cocok bagi pelajar, mahasiswa, maupun kelompok tani yang ingin memperdalam ilmu mengenai budidaya tanaman hortikultura.

Tidak hanya serius soal pertanian, pengelola juga memahami kebutuhan wisata keluarga. Oleh karena itu, dibangunlah zona permainan (Game Zone) yang aman bagi anak-anak serta gazebo-gazebo nyaman untuk beristirahat. Konsep ini menjadikan Clapar sebagai destinasi "One Stop Recreation", di mana ayah dan ibu bisa belajar atau berbelanja bibit, sementara anak-anak bermain di alam terbuka yang bersih dan bebas polusi.

Dampak Ekonomi dan Harapan Masa Depan

Keberadaan Agrowisata Clapar diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Kabupaten Batang. Migayani Thamrin menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan hanya sekadar pendapatan retribusi, melainkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Petani lokal dapat bermitra, dan pelaku UMKM dapat memasarkan produk olahan pertanian mereka di sekitar lokasi wisata.

Senada dengan hal tersebut, dalam sambutannya saat itu, Bapak Soetadi menekankan pentingnya sinergi. "Bidang wisata, khususnya agrowisata menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Jika dikelola dengan manajemen profesional, ini akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan sekaligus mensejahterakan rakyat," ujarnya.

Fasilitas Pelatihan dan Pembibitan di Clapar

Lokasi dan Aksesibilitas

Secara geografis, lokasi Kebun Benih Hortikultura Clapar sangat strategis karena berada di Kecamatan Subah, yang dikenal sebagai salah satu sentra ekonomi di jalur Pantura Batang. Akses jalan menuju lokasi sudah beraspal halus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat (bus pariwisata). Hal ini memudahkan rombongan studi tour sekolah atau instansi untuk berkunjung.

Pemerintah berharap masyarakat luas dapat memberikan masukan positif untuk pengembangan kawasan ini. Ke depan, Agrowisata Clapar ditargetkan menjadi ikon wisata edukasi di Jawa Tengah, bersanding dengan potensi wisata pantai dan pegunungan yang sudah lebih dulu dikenal di Kabupaten Batang.

Bagi Anda yang merencanakan liburan akhir pekan yang bermanfaat, Kebun Benih Hortikultura Clapar Subah adalah pilihan yang cerdas. Nikmati udara segar, bawa pulang ilmu pertanian, dan borong bibit buah unggulan untuk ditanam di pekarangan rumah Anda.

Posting Komentar