Curug Jenggala Kalipagu: Spot Selfie Romantis dengan Tiga Aliran Air di Baturraden
Kali ini, tim mBatang.Com memutuskan untuk sedikit "melipir" keluar kota, mengunjungi salah satu destinasi wisata alam yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan traveler Jawa Tengah. Destinasi tersebut adalah Curug Jenggala yang berlokasi di Baturraden, Purwokerto.
Sebelum sepopuler sekarang, air terjun eksotis ini dikenal warga lokal dengan nama Curug Tempuhan. Nama "Tempuhan" diambil karena curug ini merupakan titik pertemuan (tempuhan) dari beberapa aliran sungai yang menyatu. Jika dulu akses menuju lokasi ini cukup menantang dan sulit, kini berkat pengelolaan yang baik, jalurnya sudah mulus dan nyaman untuk dilalui wisatawan.
Lanskap Curug Jenggala dengan tiga aliran air yang memukau.
Karakteristik Unik: Tiga Aliran Air yang Harmonis
Curug Jenggala memang tidak termasuk dalam kategori air terjun yang sangat tinggi seperti yang pernah kami ulas dalam Daftar Nama Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah. Namun, daya tarik utamanya bukan pada ketinggian, melainkan pada formasi alirannya.
Air terjun ini memiliki tiga aliran air yang berdampingan dalam satu tebing lebar. Aliran utama yang paling deras berada tepat di tengah, diapit oleh dua aliran pendamping di sisi kanan dan kirinya. Komposisi ini menciptakan tirai air yang sangat fotogenik, terutama saat debit air sedang stabil. Dikelilingi oleh vegetasi hijau khas lereng Gunung Slamet dan bebatuan besar di sepanjang sungai, suasana di sini terasa sangat sejuk dan menenangkan.
Lokasi Strategis di Desa Wisata Ketenger
Secara administratif, Curug Jenggala terletak di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Desa Ketenger sendiri dikenal sebagai Desa Wisata yang memiliki banyak potensi alam karena lokasinya yang berada tepat di kaki Gunung Slamet—gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Lokasi curug ini berada di dalam kawasan hutan milik Perhutani KPH Banyumas Timur. Letaknya pun cukup strategis dan berdekatan dengan destinasi wisata lain. Curug Jenggala berada tidak jauh dari lokasi Curug Pengantin, bahkan posisinya berada di bawah jalur menuju Curug Pengantin. Jadi, bagi Anda yang pernah berpetualang ke Curug Pengantin, pasti sudah tidak asing dengan rute awalnya.
Rute Menuju Curug Jenggala
Akses menuju Curug Jenggala kini semakin mudah. Berikut adalah panduan rute yang bisa Anda ikuti:
- Dari Purwokerto: Arahkan kendaraan menuju kawasan wisata Baturraden. Sesampainya di pertigaan Ketenger (sebelum Gerbang Mandala/pintu masuk utama Lokawisata Baturraden), ambil arah kiri menuju Curug Bayan atau Curug Gede.
- Dari Curug Bayan: Lanjutkan perjalanan mengikuti jalan aspal kecil ke arah utara (Dusun Kalipagu). Ikuti petunjuk jalan yang sudah banyak terpasang hingga sampai di area parkir rumah warga.
- Dari Pancuran Pitu: Bagi Anda yang gemar trekking, Anda juga bisa berjalan kaki dari kawasan Pancuran Pitu. Jaraknya hanya sekitar 1 km menyusuri jalan setapak yang rindang, dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.
Spot Selfie Ikonik: Dek Kayu Berbentuk Hati
Apa yang membuat Curug Jenggala begitu hits di media sosial? Jawabannya adalah sebuah Dek Kayu Berbentuk Hati (Love) yang dibangun tepat di depan air terjun. Spot ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berswafoto (selfie) karena latar belakangnya yang sempurna: bingkai hati kayu dengan pemandangan tiga aliran air terjun di belakangnya.
Spot foto dek hati yang menjadi ikon Curug Jenggala.
Karena popularitasnya yang tinggi, terutama saat akhir pekan atau hari libur nasional, Anda harus rela mengantre untuk bisa berfoto di spot ini. Namun, hasil fotonya dijamin tidak akan mengecewakan dan sangat layak untuk dipamerkan di Instagram atau Facebook.
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas
Wisata alam di Baturraden ini masih tergolong sangat terjangkau. Untuk menikmati keindahan Curug Jenggala, pengunjung dikenakan biaya retribusi tiket masuk sebesar Rp 5.000,- per orang. Biaya parkir kendaraan bermotor juga dipatok standar, yaitu Rp 5.000,- per motor.
Meskipun fasilitas penunjang di area curug masih dalam tahap pengembangan (karena tergolong wisata baru saat artikel ini ditulis), sudah tersedia fasilitas dasar seperti jalan setapak yang rapi, tempat sampah, dan beberapa warung warga di sekitar area parkir yang menjual makanan ringan dan minuman hangat (mendoan hangat adalah menu wajib di sini!).
Hubungan Erat Komunitas Batang dan Banyumas
Kunjungan tim Komunitas Batang Berkembang ke Purwokerto ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan bentuk silaturahmi antar pecinta alam. Kami memiliki banyak dokumentasi keindahan air terjun di kota-kota tetangga yang mungkin akan kami ulas di artikel-artikel selanjutnya.
Bagi teman-teman di Purwokerto dan Banyumas, salam hangat dari kami sedulur Batang. Mari kita jaga bersama kelestarian alam Jawa Tengah agar tetap asri dan bisa dinikmati anak cucu kita. "Batang - Purwokerto Seduluran Saklawase".
Kredit Foto: Viana Civa Photo & Dokumentasi Tim mBatang
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar