Resmi Dilantik, Wihaji-Suyono Nakhodai Kabupaten Batang Periode 2017-2022
Semarang – Senin, 22 Mei 2017, menjadi tonggak sejarah baru bagi dinamika pemerintahan di Jawa Tengah, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Batang. Bertempat di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, prosesi sakral pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2017 Tahap I digelar dengan khidmat dan penuh antusiasme.
Dalam momentum tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara resmi mengambil sumpah dan melantik pasangan Wihaji dan Suyono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang untuk masa bakti 2017-2022. Pelantikan ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kekuasaan, melainkan awal dari harapan baru bagi ratusan ribu warga Batang yang mendambakan percepatan pembangunan dan kesejahteraan.
Prosesi Pelantikan Serentak di Grahadika Bhakti Praja
Suasana di Gedung Grahadika Bhakti Praja pagi itu tampak berbeda. Para pejabat teras, tokoh masyarakat, dan pendukung dari berbagai daerah memadati lokasi. Pelantikan Wihaji-Suyono dilakukan bersamaan dengan pelantikan tiga kepala daerah lainnya di Jawa Tengah, yaitu Walikota dan Wakil Walikota Salatiga, Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara, serta Bupati dan Wakil Bupati Jepara.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya integritas dan kecepatan dalam pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, sehingga para kepala daerah yang baru dilantik harus segera "tancap gas" merealisasikan janji-janji kampanyenya tanpa melupakan prinsip Good Governance (Tata Kelola Pemerintahan yang Baik).
Momen sakral pengambilan sumpah jabatan Wihaji dan Suyono oleh Gubernur Jawa Tengah.
Profil Pemimpin Baru: Energi Muda untuk Batang
Pasangan Wihaji dan Suyono dinilai sebagai kombinasi yang ideal untuk memimpin Batang. Sosok Bupati Batang yang baru, Wihaji, dikenal sebagai figur muda yang energik, visioner, dan memiliki jaringan luas di tingkat nasional. Latar belakangnya yang kuat dalam organisasi dan politik diharapkan mampu membawa angin segar bagi birokrasi di Kabupaten Batang.
Kemenangan mereka dalam Pilkada membuktikan besarnya kepercayaan rakyat. Kini, tantangan terbesar adalah menerjemahkan visi-misi politik ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang terukur. Masyarakat menanti gebrakan nyata, terutama dalam penyelesaian masalah infrastruktur jalan dan optimalisasi Kawasan Industri Terpadu yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Tengah.
Penandatanganan berita acara pelantikan sebagai legalitas dimulainya masa jabatan baru.
Tiga Fokus Utama: Ekonomi, Wisata, dan Reformasi Birokrasi
Pasca pelantikan, sorotan publik tertuju pada arah kebijakan strategis yang akan diambil. Berdasarkan aspirasi yang berkembang, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi prioritas pemerintahan Wihaji-Suyono:
-
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
Kabupaten Batang memiliki posisi strategis di jalur Pantura dan dilintasi Tol Trans Jawa. Pemerintah daerah harus mampu menarik investor (Foreign Direct Investment) untuk membuka pabrik dan industri padat karya. Hal ini krusial untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). -
Branding "Heaven of Asia" dan Pariwisata
Sektor pariwisata menjadi "emas hijau" yang belum tergarap maksimal. Mulai dari wisata pantai, pegunungan di kawasan Dieng utara, hingga wisata religi, semua membutuhkan sentuhan manajemen profesional. Masyarakat berharap Batang tidak hanya menjadi kota lintasan, tetapi menjadi destinasi tujuan wisata unggulan. -
Reformasi Birokrasi dan Anti-Korupsi
Komitmen untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) adalah harga mati. Transparansi anggaran dan kemudahan perizinan usaha (Ease of Doing Business) harus menjadi etos kerja baru bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Batang.
Peran Strategis Tim Penggerak PKK
Selain pelantikan kepala daerah, momen ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten/Kota. Ibu Atiqoh Ganjar Pranowo selaku Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah secara resmi melantik para istri kepala daerah untuk memimpin organisasi tersebut di wilayah masing-masing.
Peran PKK tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai mitra pemerintah, PKK memiliki akses langsung ke unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Program-program pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak (seperti penanganan stunting), serta ekonomi kreatif rumahan akan menjadi tanggung jawab besar yang diemban oleh Ketua TP PKK Kabupaten Batang yang baru.
Ibu Atiqoh Ganjar Pranowo melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang.
Harapan Masyarakat: Batang yang Lebih Maju dan Sejahtera
Alhamdulillah, Kabupaten Batang hari ini telah memiliki nakhoda baru. Pesta demokrasi telah usai, perbedaan pilihan politik harus segera dilebur menjadi semangat persatuan untuk membangun daerah.
Tugas berat menanti di depan mata. Masyarakat menaruh harapan besar di pundak Bapak Wihaji dan Bapak Suyono. Publik ingin melihat Batang yang tidak hanya "Guyub Rukun", tetapi juga kompetitif di kancah nasional. Mari kita dukung pemerintahan baru ini untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, mempromosikan destinasi wisata lokal agar mendunia, dan memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Selamat bertugas Bupati dan Wakil Bupati Batang Periode 2017-2022. Semoga amanah, istiqomah, dan senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa Kabupaten Batang menuju kejayaan.