Sinergi Kemanusiaan: Kodim 0736, Polres, dan PMI Batang Sulap Rumah Mbah Sarno di Reban Jadi Layak Huni
Kepedulian sosial merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera. Di Kabupaten Batang, semangat gotong royong dan kepedulian tersebut kembali terlihat nyata melalui aksi sinergitas antara institusi militer, kepolisian, dan organisasi kemanusiaan.
Pada tanggal 25 Agustus lalu, sebuah pemandangan menyejukkan hati terjadi di Desa Tambakboyo, Kecamatan Reban. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Batang menggandeng Kodim 0736/Batang, Polres Batang, serta masyarakat setempat untuk melaksanakan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Target dari misi mulia kali ini adalah kediaman Bapak Tasmo, atau yang akrab disapa Mbah Sarno, seorang lansia berusia 90 tahun yang tinggal di Dukuh Tambakboyo Gunung RT 01/RW 02.
Semangat gotong royong TNI dan warga membongkar rumah tidak layak huni.
Mbah Sarno dan Harapan di Usia Senja
Di usianya yang hampir mencapai satu abad, Mbah Sarno seharusnya menikmati masa tua dengan tenang dan nyaman. Namun, kondisi ekonomi membuatnya harus bertahan di rumah yang jauh dari kata layak. Dinding yang lapuk, atap yang bocor, serta lantai yang masih beralaskan tanah menjadi teman sehari-hari Mbah Sarno.
Kondisi inilah yang menggerakkan hati para relawan. Program RTLH ini bukan sekadar merenovasi bangunan fisik, melainkan memberikan harapan baru dan kenyamanan bagi warga kurang mampu. Kehadiran aparat TNI dari Kodim 0736/Batang dan anggota Polres Batang membuktikan bahwa negara hadir di tengah-tengah kesulitan rakyatnya, memastikan warganya mendapatkan perlindungan papan yang layak.
Kerja keras relawan demi mewujudkan rumah impian Mbah Sarno.
Mengubah Stigma: PMI Bukan Sekadar Donor Darah
Dalam kegiatan ini, Danramil 05/Reban yang diwakili oleh Batituud Pelda Eko H, menyampaikan pesan penting mengenai peran Palang Merah Indonesia. Selama ini, banyak masyarakat awam yang memiliki stigma bahwa tugas PMI hanya terbatas pada pelayanan donor darah atau penyediaan stok kantong darah di rumah sakit.
"Ternyata sebagian dari program kerja PMI meliputi berbagai macam kegiatan luas yang menyentuh langsung aspek kehidupan," ujar Pelda Eko H di sela-sela kegiatan. Ia menjelaskan bahwa PMI memiliki mandat kemanusiaan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan medis.
Beberapa program unggulan PMI Kabupaten Batang yang telah berjalan antara lain:
- Penyelamatan Ekosistem: Seperti kegiatan penanaman mangrove di sepanjang garis Pantai Jodo Gringsing untuk mencegah abrasi.
- Tanggap Darurat Bencana: Menjadi garda terdepan saat terjadi bencana alam seperti banjir atau tanah longsor.
- Bantuan Sosial: Seperti program bedah rumah RTLH yang sedang dilaksanakan di Kecamatan Reban ini.
Semua kegiatan tersebut bertujuan mulia, yakni menyelamatkan kelangsungan hidup manusia dan menjaga keseimbangan alam semesta.
Kekompakan tim gabungan dalam menyelesaikan target renovasi.
Gotong Royong: Kekuatan Desa yang Tak Ternilai
Kecamatan Reban, yang juga dikenal dengan potensi wisata alamnya seperti Bukit Cinta Ngadirejo, ternyata masih memegang teguh adat gotong royong. Hal ini terlihat jelas saat proses pembongkaran rumah Mbah Sarno.
Tanpa dikomando, warga sekitar berbondong-bondong membawa peralatan seadanya, membantu bapak-bapak Tentara dan Polisi menurunkan genteng, mengangkat kayu, dan mengaduk semen. Suasana akrab terjalin tanpa sekat. Seragam loreng TNI, seragam cokelat Polisi, rompi PMI, dan pakaian sederhana warga desa melebur menjadi satu warna: warna kemanusiaan.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan. Selain membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan, kegiatan bedah rumah juga menjadi sarana perekat persatuan bangsa. TNI semakin manunggal dengan rakyat, Polri semakin dipercaya sebagai pengayom, dan PMI semakin dicintai sebagai organisasi kemanusiaan.
Puing-puing yang akan segera berganti menjadi hunian nyaman dan sehat.
Dampak Jangka Panjang bagi Penerima Manfaat
Rumah yang layak huni adalah hak dasar setiap warga negara. Dengan memiliki rumah yang sehat—memiliki ventilasi yang baik, lantai yang bersih, dan atap yang kokoh—kualitas kesehatan Mbah Sarno diharapkan akan meningkat. Beliau tidak perlu lagi khawatir kedinginan saat angin malam berhembus kencang atau kebasahan saat musim hujan tiba.
Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada jajaran Kodim 0736/Batang, Polres Batang, dan PMI Batang. Semoga kegiatan di Desa Tambakboyo ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dan instansi terkait untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena pada hakikatnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang aktivitas sosial dan potensi daerah di sekitar lokasi ini, jangan lupa untuk terus memantau pembaruan berita di mBatang.com.