Bupati Batang Buka TMMD Sengkuyung Tahap III: Genjot Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat di Wonotunggal

Daftar Isi

BATANG – Semangat gotong royong merupakan DNA bangsa Indonesia yang harus terus dirawat di tengah arus modernisasi. Di Kabupaten Batang, semangat ini kembali dikobarkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program lintas sektoral ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan manifestasi nyata dari persatuan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan di daerah pinggiran.

Pada Rabu, 27 September 2017, Lapangan Sepak Bola Dukuh Plompongan, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, menjadi saksi dimulainya babak baru pembangunan desa. Bupati Batang, H. Wihaji S.Ag, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2017 yang digawangi oleh Kodim 0736/Batang. Mengusung tema besar "Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat", kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 600 peserta dari berbagai elemen.

Bupati Batang Wihaji Buka TMMD Sengkuyung Tahap III
Dokumentasi: Bupati Batang H. Wihaji S.Ag saat menyematkan tanda peserta dan menyerahkan alat kerja kepada perwakilan TNI dan Linmas.

Amanat Gubernur: TMMD Sebagai Solusi Kesenjangan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wihaji membacakan amanat tertulis Gubernur Jawa Tengah. Pesan tersebut sarat akan makna filosofis mengenai hakikat kemanunggalan TNI dan rakyat. "Hakekat TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi kita. Program ini diikat dengan semangat gotong royong yang tulus. Semua pihak turun tangan, bahu-membahu mendukung perwujudan kesejahteraan rakyat, kemajuan desa, dan kejayaan Indonesia," ujar Bupati mengutip pidato Gubernur.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa TMMD telah terbukti berkontribusi signifikan dalam mengurangi disparitas atau kesenjangan antarwilayah. Di saat angka kemiskinan di Jawa Tengah masih menjadi tantangan—tercatat sekitar 13,01% pada periode tersebut—program padat karya seperti TMMD menjadi solusi taktis. Melalui program ini, infrastruktur dasar dibangun, akses ekonomi dibuka, dan yang terpenting, kepercayaan diri masyarakat desa untuk mandiri semakin tumbuh.

Selain fokus pada kesejahteraan, Bupati juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan nasional. "Bangsa ini harus terus belajar dari sejarah. Jangan sampai sejarah kelam terulang kembali. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunisme, radikalisme, dan terorisme menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya di hadapan ratusan peserta upacara.

Sinergitas Tanpa Batas: Melibatkan Seluruh Elemen

Keberhasilan TMMD tidak hanya bergantung pada TNI, tetapi juga partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Hal ini terlihat dari komposisi peserta upacara yang sangat beragam. Hadir dalam barisan upacara antara lain:

  • 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Kodim 0736/Batang.
  • 1 Satuan Setingkat Regu (SSR) Posmat TNI-AL Batang.
  • 2 Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Polres Batang.
  • Gabungan SST dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kabupaten Batang.
  • Elemen masyarakat sipil: Banser Wonotunggal, FKPPI, Linmas, serta pelajar SMP, SLTA, dan Pramuka.

Kekompakan ini menjadi potret positif bagi kemajuan daerah, sejalan dengan visi pembangunan yang tercermin dalam Potret Terbaru Kabupaten Batang yang terus berbenah menuju Smart City dan kota industri.

Sinergitas TNI dan Pemkab Batang dalam TMMD
Dokumentasi: Penandatanganan naskah serah terima proyek TMMD disaksikan oleh Dandim 0736/Batang dan Forkopimda.

Sasaran Fisik: Membangun Urat Nadi Ekonomi Desa

TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Siwatu ini memiliki target fisik yang sangat krusial bagi mobilitas warga. Infrastruktur yang baik akan memperlancar distribusi hasil bumi dan akses pendidikan. Berikut adalah rincian sasaran fisik yang dikerjakan selama 30 hari (27 September - 26 Oktober 2017):

  1. Peningkatan Jalan (Makadam): Pembuatan jalan Telford sepanjang 719 meter dengan lebar 3 meter. Jalan ini akan membuka isolasi antar-dukuh dan memudahkan petani mengangkut hasil panen.
  2. Infrastruktur Jembatan: Pembangunan jembatan plat beton berukuran 5 x 3 meter dengan tinggi 2 meter, sangat vital untuk menghubungkan area yang terpisah sungai kecil.
  3. Betoniasasi Jalan: Pengecoran (rambat beton) sepanjang 445,5 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 cm, menjamin keawetan jalan untuk jangka panjang.
  4. Drainase & Penahan Tebing: Pembuatan 3 unit gorong-gorong plat beton dan tebing penahan jalan (talud) sepanjang 24 meter untuk mencegah longsor dan banjir.

Infrastruktur yang memadai ini diharapkan tidak hanya mendukung sektor pertanian, tetapi juga membuka potensi pariwisata lokal, mengingat Wonotunggal memiliki lanskap alam yang indah, tak kalah dengan Wisata Batang yang Lagi Hits lainnya.

Sasaran Non-Fisik: Membangun Manusia Seutuhnya

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyasar pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai penyuluhan dan pelayanan publik yang jemput bola:

  • Kesehatan & Sanitasi: Penyuluhan jambanisasi untuk menciptakan lingkungan sehat, serta penyuluhan KB dan kesehatan umum.
  • Ekonomi Kerakyatan: Penyuluhan pertanian dan peternakan modern untuk meningkatkan produktivitas warga.
  • Kesadaran Hukum & Kebangsaan: Sosialisasi bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga pencegahan terorisme dan Kamtibmas.
  • Pelayanan Publik Terpadu: Pelayanan perpanjangan SIM keliling, pembayaran pajak kendaraan bermotor, hingga pengecekan golongan darah gratis di lokasi.

Harapan dan Penutup

Di akhir amanatnya, Bupati Wihaji menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. "TMMD ini adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Saya mengajak seluruh warga Desa Siwatu dan sekitarnya untuk sengkuyung (mendukung bersama-sama) menyukseskan program ini. Mari kita rawat hasil pembangunannya nanti agar usia pakainya lama," pungkas Bupati.

Kehadiran Forkopimda, SKPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan berbagai ormas dalam pembukaan ini menunjukkan soliditas yang kuat di Kabupaten Batang. Dengan kerja keras selama satu bulan ke depan, wajah Desa Siwatu diharapkan berubah menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (Pendim 0736/Red).