Sinergi TNI dan Banser Batang: Apel Kesetiaan NKRI Perkokoh Benteng Pertahanan Semesta dari Ancaman Proxy War
BATANG – Dalam konstitusi negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimandatkan sebagai komponen utama sistem pertahanan negara, baik di matra darat, laut, maupun udara. Tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang hingga Merauke berada di pundak TNI. Namun, sejarah dan undang-undang juga mengamanatkan bahwa pertahanan negara menganut sistem "Pertahanan Semesta", di mana setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam upaya bela negara.
Menyadari pentingnya kolaborasi antara militer dan elemen sipil, TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0736/Batang terus mempererat sinergitas dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Salah satu wujud nyata dari kemanunggalan ini terlihat dalam kegiatan Apel Kesetiaan yang digelar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Cabang Batang.
Dokumentasi: Ratusan anggota Banser berbaris rapi dalam Apel Kesetiaan di Lapangan Desa Kemiri, Subah.
Menghadapi Tantangan Global dan Proxy War
Indonesia saat ini tengah berada di tengah pusaran arus globalisasi yang deras. Ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi sekadar invasi militer konvensional, melainkan telah bermetamorfosis menjadi perang asimetris atau yang lebih dikenal dengan Proxy War. Perang jenis ini tidak terlihat mata, namun dampaknya nyata: melunturkan rasa nasionalisme, memutarbalikkan fakta sejarah, hingga upaya disintegrasi bangsa melalui adu domba.
Kasdim 0736/Batang, Mayor Inf Raji, yang hadir mewakili Dandim dalam acara tersebut, menyoroti fenomena ini. Menurutnya, ada indikasi kuat dari pihak-pihak tertentu yang ingin menggoyahkan stabilitas nasional dengan membangkitkan kembali ideologi terlarang dan memecah belah persatuan. Oleh karena itu, langkah strategis pimpinan TNI untuk merangkul komponen cadangan pertahanan—termasuk di dalamnya Banser—adalah langkah yang sangat krusial.
Keterlibatan aktif TNI dalam membina masyarakat juga terlihat dalam berbagai kegiatan lain, seperti pendampingan pertanian yang dilakukan oleh TNI AD Limpung, yang membuktikan bahwa ketahanan pangan juga bagian dari ketahanan nasional.
Atmosfer Apel Kesetiaan di Subah
Pada hari Minggu, 17 September, Lapangan Desa Kemiri, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, berubah menjadi lautan loreng khas Banser. Sebanyak 500 personel Ansor dan Banser dari berbagai Satkoryon (Satuan Koordinasi Rayon) berkumpul dengan satu tujuan: memperbarui janji setia kepada NKRI dan para Kyai.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh penting, antara lain:
- Wakil Bupati Batang, Bapak Suyono.
- Kasdim 0736/Batang, Mayor Inf Raji.
- Ketua Ansor Pusat, Drs. Lukman Hakim.
- Jajaran Muspika Kecamatan Subah.
- Pengurus PCNU Kabupaten Batang.
- Pengasuh Ponpes Darussalam, KH Ali Nas'ud Ahmad S.Ag.
- Kepala Desa Kemiri Barat.
Dokumentasi: Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji saat menyapa anggota Banser dalam apel gabungan.
Pesan Kebhinekaan: Indonesia Adalah Mozaik Indah
Dalam orasi kebangsaannya, Ketua Ansor Pusat, Drs. Lukman Hakim, menyampaikan pesan yang sangat fundamental mengenai jati diri bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir bukan dari keseragaman, melainkan dari keanekaragaman (kebhinekaan).
"Indonesia tidak akan pernah ada tanpa Jawa, Batak, Sumatera, Bali, Sunda, dan etnis-etnis lainnya. Keberagaman itu adalah takdir Tuhan yang wajib hukumnya untuk kita jaga bersama-sama. NKRI adalah rumah besar kita semua," tegas Lukman Hakim dengan berapi-api.
Ia juga memberikan instruksi khusus kepada kader Ansor dan Banser. Sebagai garda terdepan umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, Banser harus siap menghadapi kelompok manapun yang mencoba mengganggu keutuhan NKRI. Sejarah mencatat, NKRI tidak hanya didirikan oleh kaum nasionalis sekuler, tetapi juga dibidani oleh keringat dan darah para Kyai dan Santri, yang salah satu bukti otentiknya adalah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
Dokumentasi: Kesiapsiagaan Banser sebagai komponen cadangan pertahanan negara.
Banser Sebagai Komponen Cadangan Pertahanan
Senada dengan Ketua Ansor, Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji menekankan posisi strategis Banser dalam sistem pertahanan negara. Dalam sambutannya, Kasdim menyatakan bahwa melalui Apel Kesetiaan ini, para pemuda Ansor dan Banser secara de facto telah menyatakan kesiapannya menjadi komponen cadangan.
"Bela negara bukan hanya memanggul senjata di medan perang. Bela negara di masa damai adalah dengan turut serta menjaga kondusifitas wilayah, membantu penanggulangan bencana, dan melakukan kegiatan positif yang tidak menyimpang dari aturan negara," ujar Mayor Raji.
Lebih lanjut, Kasdim memberikan peringatan keras (warning) terhadap kebangkitan ideologi radikal dan komunisme. "Apabila TNI, Polri, Ulama, dan Banser kompak, maka tidak ada celah sedikitpun bagi kelompok anti-Pancasila untuk berkembang di Batang. Kita harus waspada terhadap upaya-upaya yang ingin merongrong NKRI, termasuk isu kebangkitan komunisme yang secara hukum sudah jelas dilarang di Indonesia," pungkasnya.
Dokumentasi: Inspeksi pasukan oleh pimpinan apel didampingi Kasdim Batang.
Kesimpulan
Apel Kesetiaan Ansor dan Banser Cabang Batang ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah Show of Force (unjuk kekuatan) positif yang mengirimkan pesan kepada seluruh elemen bangsa bahwa di Kabupaten Batang, persatuan antara Umara (TNI/Pemerintah) dan Ulama (Santri/Banser) sangatlah kokoh.
Sinergitas ini adalah modal sosial terbesar untuk menghadapi tantangan masa depan, memastikan bahwa Pancasila dan NKRI tetap tegak berdiri di Bumi Pertiwi. (Pendim 0736/Batang/Red).