mBatang Rasa Korea Desa Rejosari Bawang
BATANG – Fenomena alam tak terduga seringkali menciptakan pemandangan yang menakjubkan mata, meskipun terkadang pemicunya berasal dari insiden lingkungan. Inilah yang terjadi di wilayah dataran tinggi Kabupaten Batang, tepatnya di Dusun Rejosari (dahulu Siglagah), Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Kawasan yang berbatasan langsung dengan dataran tinggi Dieng ini mendadak viral di media sosial karena pemandangannya yang berubah drastis menjadi serba putih, seolah-olah sedang dilanda musim dingin (winter) seperti di drama Korea.
Pemandangan eksotis yang tak sengaja tercipta ini bermula dari dampak kebocoran sumur gas milik PT Geo Dipa Energi yang berlokasi di Dusun Pawuhan, Desa Karangtengah, Kabupaten Banjarnegara. Uap panas bumi yang membawa material garam terbawa angin hingga ke wilayah Pranten, Batang, dan menyelimuti vegetasi di sekitarnya.
Lanskap Desa Rejosari yang memutih akibat uap garam, menciptakan ilusi musim salju di tropis.
Pesona "Winter Sonata" di Lereng Gunung Prau
Bagi mata lensa kamera, dampak lingkungan ini justru menghadirkan estetika yang unik dan langka. Pepohonan, semak belukar, hingga tanaman pertanian warga yang terpapar uap garam berubah warna menjadi putih pucat. Menariknya, pepohonan tersebut tidak langsung tumbang, melainkan berdiri kokoh dengan dedaunan yang memutih beku, menciptakan nuansa melankolis nan romantis ala "Winter Sonata".
Banyak wisatawan lokal maupun fotografer yang sengaja datang untuk mengabadikan momen langka ini. Bagi Anda yang penasaran, pemandangan ini bukanlah hasil rekayasa aplikasi atau editan Photoshop. Warna putih tersebut adalah residu garam alami yang menempel pada permukaan daun dan batang pohon.
Pengunjung memanfaatkan latar belakang pohon putih untuk berfoto ala Korea.
Dampak Bagi Warga dan Petani
Di balik keindahan visualnya, kita tidak boleh melupakan dampak yang dirasakan oleh warga lokal. Paparan uap dan garam ini menyebabkan kerugian material. Tanaman pertanian seperti kentang dan sayuran mengalami kerusakan (puso), dan atap rumah warga yang terbuat dari seng menjadi lebih cepat berkarat (korosif). Namun, ketangguhan warga Pranten patut diacungi jempol, mereka tetap beraktivitas di tengah fenomena ini, dan sebagian justru melihat peluang wisata dadakan.
Rute Menuju Lokasi "Korea-nya Batang"
Bagi Anda yang berjiwa petualang dan ingin menyaksikan sendiri fenomena ini, akses menuju Desa Rejosari (Siglagah) cukup menantang namun memuaskan. Rute ini juga dikenal sebagai "Tol di Atas Awan" karena pemandangannya yang spektakuler.
Panduan Rute:
Arahkan kendaraan Anda menuju Alun-Alun Bawang. Dari sana, ambil jalur ke selatan (arah Dieng). Anda akan melewati jalanan menanjak yang berkelok. Terus ikuti jalan utama hingga melewati Curug Pranten. Tak jauh dari sana, Anda akan memasuki Desa Rejosari. Jika Anda mulai melihat vegetasi di pinggir jalan berwarna putih kontras dengan hijaunya bukit, tandanya Anda sudah sampai di lokasi.
Mengenal Lebih Dekat Geografis Pranten
Pranten merupakan salah satu desa tertinggi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dengan ketinggian mencapai +/- 1.700 mdpl (meter di atas permukaan laut). Secara administratif, desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara.
Desa ini terbagi menjadi beberapa dusun eksotis, yaitu:
- Siglagah (sekarang dikenal sebagai Rejosari)
- Sigemplong (terkenal dengan sekolah di atas awan)
- Bintoro
- Pranten Pusat
Lokasinya yang berada di kaki Gunung Prau sebelah utara dan lereng Gunung Sipandu sebelah timur menjadikan udaranya sangat sejuk, bahkan dingin menusuk tulang. Pranten juga menjadi jalur alternatif favorit para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Prau via sisi utara.
Hubungan Erat Batang dan Dieng
Secara geografis, Pranten (Batang) dan kawasan Dieng (Banjarnegara) bagaikan saudara kembar yang hanya dipisahkan oleh bukit kecil, yakni Gunung Sipandu. Desa tetangga terdekat di sisi Dieng adalah Desa Pawuhan, lokasi PLTU Geo Dipa berada.
Konektivitas jalan tembus Bawang-Dieng yang kini semakin mulus (meski curam) telah membuka potensi wisata baru. Wisatawan kini bisa menikmati paket lengkap: mulai dari keindahan Desa Deles yang asri, air terjun tersembunyi, hingga fenomena salju dadakan di Rejosari ini.
Tips Berkunjung
- Cek Kendaraan: Pastikan rem dan mesin kendaraan dalam kondisi prima karena tanjakan menuju Pranten cukup ekstrem.
- Bawa Jaket Tebal: Suhu di lokasi bisa sangat dingin, ditambah angin kencang.
- Jaga Sikap: Meskipun indah, ingatlah bahwa ini adalah dampak fenomena alam yang merugikan warga. Jagalah kesopanan, jangan merusak tanaman yang tersisa, dan belilah dagangan warung warga sekitar untuk membantu ekonomi mereka.
Tertarik merasakan sensasi "Korea" dengan kearifan lokal Batang? Segera agendakan perjalanan Anda ke Bawang sebelum fenomena alam ini menghilang tersapu hujan!
(Sumber Foto: Dokumentasi Warga/Netizen Batang)
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar