Pendidikan Karakter Sejak Dini: Babinsa Koramil Gringsing Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Etika Digital di SDN 01 Krengseng
Batang - Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di era modern tidak hanya terbatas pada operasi militer perang semata. Lebih dari itu, TNI Angkatan Darat (AD) memiliki satuan kewilayahan yang menjadi ujung tombak dalam pembinaan teritorial hingga ke pelosok desa. Sosok tersebut adalah Bintara Pembina Desa atau yang lebih akrab kita kenal sebagai Babinsa.
Sebagai garda terdepan TNI AD di tingkat desa, seorang Babinsa memikul tanggung jawab yang kompleks. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga dituntut aktif dalam membina aspek Geografi, Demografi, dan Kondisi Sosial (Ipoleksosbudhankam) di wilayah binaannya. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius saat ini adalah aspek demografi, khususnya pembinaan mental dan karakter generasi muda, mulai dari usia dini yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Sinergi TNI dan Institusi Pendidikan di Gringsing
Menyadari betapa krusialnya pembentukan karakter di usia emas, Koramil 03/Gringsing Kodim 0736/Batang mengambil langkah proaktif. Tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, para personel Babinsa rela menempuh perjalanan jauh dan membagi waktu di tengah kesibukan dinas demi menyapa para siswa di sekolah-sekolah.
Momentum ini terlihat jelas pada kegiatan Upacara Bendera hari Senin, 23 Oktober, di SDN 01 Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Dalam kesempatan tersebut, Serka Suradi, Babinsa Koramil 03/Gringsing, hadir mewakili Danramil untuk bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Kehadiran sosok tentara di tengah lapangan upacara sekolah memberikan nuansa disiplin dan kebanggaan tersendiri bagi para siswa dan dewan guru.
Serka Suradi saat memberikan amanat tentang wawasan kebangsaan kepada siswa SDN 01 Krengseng.
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Melalui Upacara Bendera
Upacara bendera bukan sekadar rutinitas berdiri di bawah terik matahari. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur tentang penghormatan kepada simbol negara, kedisiplinan, dan mengenang jasa para pahlawan. Serka Suradi memanfaatkan momen ini untuk menanamkan rasa cinta tanah air (nasionalisme) kepada ratusan siswa SDN 01 Krengseng.
Dalam amanatnya, Serka Suradi menekankan pentingnya kepatuhan. "Siswa yang berkarakter adalah siswa yang patuh. Ikuti apa yang diperintahkan oleh Bapak dan Ibu Guru saat di sekolah, dan patuhi nasihat orang tua saat berada di rumah. Ini adalah fondasi dasar kedisiplinan," tegasnya di hadapan peserta upacara.
Kegiatan seperti ini merupakan implementasi nyata dari artikel arsip kami mengenai Babinsa Gringsing jadi Irup, yang menunjukkan konsistensi TNI dalam dunia pendidikan di Kabupaten Batang.
Tantangan Generasi Alpha: Dampak Gadget dan Media Sosial
Poin paling krusial yang disampaikan oleh Serka Suradi adalah mengenai fenomena pergeseran budaya di era digital. Generasi muda saat ini, atau sering disebut Generasi Alpha, hidup dalam kultur yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Ledakan teknologi informasi, khususnya keberadaan telepon pintar (smartphone) dan akses internet yang tanpa batas, membawa dua sisi mata uang.
Babinsa menyoroti dampak negatif yang mulai menggerogoti karakter anak-anak. "Kita melihat fenomena yang memprihatinkan. Akibat pengaruh media sosial dan game online yang mudah diakses via Android, anak-anak kita mulai kehilangan kepekaan sosialnya," ujar Serka Suradi dengan nada prihatin.
Kecanduan gawai (gadget) membuat anak cenderung menjadi pribadi yang individualis, acuh tak acuh, dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Seringkali kita melihat pemandangan di mana anak-anak berkumpul, namun tidak saling berbicara karena mata mereka tertuju pada layar ponsel masing-masing. Fenomena "mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat" ini menjadi ancaman serius bagi kohesi sosial di masa depan.
Revitalisasi Budaya Tegur Sapa dan Sopan Santun
Menghadapi tantangan tersebut, TNI melalui Babinsa mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk kembali menggalakkan budaya sopan santun yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Serka Suradi memberikan solusi praktis yang bisa diterapkan sehari-hari oleh para siswa.
"Mari kita kembalikan budaya tegur sapa. Jangan sampai HP membuat kita bisu. Saya mengajak adik-adik semua untuk membiasakan diri menyapa siapapun, terutama Guru, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun saat bertemu di jalan atau di luar sekolah," pesan Serka Suradi di akhir amanatnya.
Komunikasi tatap muka yang hangat adalah kunci membangun hubungan emosional yang sehat. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan karakter yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan sosial.
Kesimpulan
Kehadiran Babinsa Koramil 03/Gringsing di SDN 01 Krengseng bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah bukti kepedulian negara melalui TNI terhadap masa depan bangsa. Dengan menanamkan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan mengingatkan bahaya kecanduan teknologi sejak dini, diharapkan siswa-siswi di Kabupaten Batang dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap santun dan berjiwa Pancasila.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan sosial dan pendidikan di wilayah Batang, Anda bisa menelusuri berbagai artikel menarik lainnya di portal Kabar Pendidikan Batang. Mari kita dukung sinergi TNI dan Rakyat demi Indonesia yang lebih baik. (Sumber: Pendim0736)