Refleksi Sumpah Pemuda Kodim 0736/Batang: Teguhkan Persatuan, Lawan Hoax dan Narkoba demi Keutuhan NKRI

Daftar Isi

BATANG – Tanggal 28 Oktober memiliki makna yang sangat sakral dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Pada tanggal inilah, 96 tahun silam, para pemuda dari berbagai suku, agama, dan ras berikrar dalam satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa. Semangat Sumpah Pemuda inilah yang menjadi fondasi utama berdirinya Nation-State atau negara bangsa bernama Indonesia.

Guna merawat memori kolektif dan menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 0736/Batang menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada tanggal 28 Oktober ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0736/Batang, Letkol Inf Fajar Ali Nugraha S.Sos, bertempat di Lapangan Upacara Makodim, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Batang.

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Kodim 0736 Batang
Dokumentasi: Suasana khidmat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Makodim 0736/Batang.

Mengingat Kembali Sejarah Persatuan 1928

Dalam amanatnya, Dandim Batang mengajak seluruh peserta upacara untuk meneladani keberanian pemuda tahun 1928. Sumpah Pemuda merupakan buah dari Kongres Pemuda Kedua yang dirumuskan di Batavia (Jakarta). Di tengah keterbatasan komunikasi dan transportasi saat itu, para pemuda dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, hingga Pemuda Kaum Betawi mampu menekan ego kesukuan demi satu tujuan besar: Indonesia Merdeka.

"Kita harus meneladani komitmen para pemuda terdahulu. Mereka yang memiliki latar belakang berbeda, mampu bersatu demi satu kata: Indonesia. Semangat inilah yang harus terus kita jaga, terutama bagi prajurit TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan," tegas Letkol Fajar saat membacakan amanat.

Peringatan ini juga menjadi momen refleksi bagi institusi TNI untuk terus mendekatkan diri dengan rakyat dan menjaga nilai-nilai luhur, sebagaimana semangat yang juga ditunjukkan dalam perayaan HUT TNI Ala Santri yang menggambarkan harmoni antara tentara dan elemen agamis.

Tantangan Era Digital: Jangan Terpecah Belah

Membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dandim menyoroti paradoks zaman now. Di era modern ini, fasilitas transportasi dan komunikasi serba canggih, namun interaksi sosial justru sering kali memicu perpecahan. Berbeda dengan pemuda 1928 yang sulit berkomunikasi namun sangat bersatu.

"Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita terasing satu sama lain. Apabila kita saat ini masih sering berselisih paham, mudah memvonis orang lain, dan mengarah pada perpecahan, sungguh kita harus malu pada pemuda 1928 dan Bung Karno," lanjutnya.

Fokus perjuangan saat ini telah bergeser. Jika dulu pemuda berjuang merebut kemerdekaan fisik, kini tantangannya adalah mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan cita-cita Presiden Ir. Joko Widodo yang memberikan perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia kepemudaan.

Instruksi Tegas Dandim: Bijak Bermedsos dan Anti-Hoax

Di luar teks pidato resmi Menpora, Letkol Inf Fajar Ali Nugraha memberikan penekanan khusus (atensi) kepada seluruh prajurit dan PNS Kodim 0736/Batang. Isu yang diangkat sangat relevan dengan kondisi psikologis masyarakat saat ini, yaitu penggunaan media sosial.

Dandim mengingatkan bahwa TNI sering kali menjadi sasaran provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian di dunia maya. Oleh karena itu, prajurit dituntut untuk memiliki kedewasaan digital.

"Saya perintahkan kepada seluruh anggota untuk bijak dan dewasa dalam bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang memojokkan atau menjelek-jelekkan institusi TNI. Saring sebelum sharing, dan jangan ikut menyebarkan konten yang memecah belah persatuan," tegas perwira menengah dengan dua melati di pundak tersebut.

Perang Melawan Narkoba: Musuh Nyata Bangsa

Selain isu digital, ancaman nyata yang dapat menghancurkan generasi muda dan melumpuhkan kekuatan negara adalah Narkoba. Dandim Batang memberikan peringatan keras (warning) terkait penyalahgunaan zat adiktif ini.

"Narkoba adalah musuh nyata bangsa Indonesia. Daya rusaknya lebih dahsyat daripada perang konvensional. Saya tegaskan, jangan sekali-kali ada anggota Kodim Batang yang mencoba, menggunakan, apalagi terlibat dalam peredaran gelap Narkoba. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran ini," ucap Dandim dengan nada tinggi.

Kesehatan fisik dan mental prajurit adalah aset negara. Oleh karena itu, pembinaan fisik rutin seperti Tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik juga terus digalakkan untuk memastikan tubuh prajurit bebas dari pengaruh negatif narkoba dan siap melaksanakan tugas.

Kesimpulan: Bersatu Kita Teguh

Upacara Sumpah Pemuda di Kodim 0736/Batang bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan. Ini adalah panggilan ulang (re-call) bagi kesadaran berbangsa dan bernegara.

Di tengah gempuran ideologi transnasional dan ancaman perpecahan, TNI bersama pemuda dan seluruh elemen masyarakat harus kembali merapatkan barisan. "Api" Sumpah Pemuda harus terus menyala, bukan untuk membakar perbedaan, tetapi untuk menerangi jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Mari kita hentikan segala perdebatan yang tidak produktif, hentikan penyebaran hoax, dan jauhi narkoba. Saatnya kita melangkah bersama untuk tujuan yang lebih besar, demi kejayaan Ibu Pertiwi. (Pendim0736/Red).