Wisata Kuliner: Renyahnya Kerupuk Rambak Khas Batang, Oleh-Oleh Legendaris dari Desa Sijono
Berkunjung ke Kabupaten Batang rasanya belum lengkap jika pulang dengan tangan hampa. Bagi pecinta kuliner yang hobi makanan renyah dan gurih, ada satu oleh-oleh wajib yang harus masuk dalam daftar belanja Anda, yaitu Kerupuk Rambak.
Kuliner yang satu ini bukan sekadar kerupuk biasa. Dibuat dari kulit sapi atau kerbau pilihan dengan bumbu rempah tradisional, Kerupuk Rambak Batang menawarkan sensasi rasa yang otentik dan bikin ketagihan.
Keistimewaan Rambak Kulit Sapi Batang
Di beberapa daerah, kerupuk ini dikenal dengan nama Jangek atau Krecek. Namun di Batang, masyarakat lebih akrab menyebutnya Rambak. Proses pembuatannya memakan waktu cukup lama dan membutuhkan ketelatenan tinggi.
Kulit sapi atau kerbau harus melalui proses penyamakan (pembersihan), perebusan, hingga pengeringan di bawah terik matahari langsung selama 2-3 hari. Proses alami inilah yang membuat tekstur kerupuk menjadi sangat renyah ketika digoreng, namun tetap lumer di mulut.
Cita rasanya yang gurih membuat Rambak sangat fleksibel untuk dinikmati. Bisa dijadikan camilan saat santai, atau sebagai teman makan nasi, bakso, soto, hingga mie ayam. Tak heran jika penggemarnya datang dari segala usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Desa Sijono: Kampungnya Kerupuk Rambak
Jika Anda penasaran ingin melihat langsung proses pembuatannya, datanglah ke Desa Sijono, Kecamatan Warungasem. Desa ini dikenal sebagai sentra industri rumahan Kerupuk Rambak terbesar di Batang.
Lokasinya hanya berjarak sekitar 10 km dari Alun-Alun Batang. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan tahapan produksi mulai dari bahan mentah hingga pengemasan. Bahkan, Anda bisa membeli langsung fresh from the wajan (baru digoreng) atau membeli versi mentah untuk digoreng sendiri di rumah.
Harga dan Lokasi Pembelian
Mengingat bahan bakunya yang premium (kulit sapi/kerbau asli) dan prosesnya yang rumit, harga Kerupuk Rambak memang sedikit lebih tinggi dibanding kerupuk kanji biasa.
Estimasi Harga Pasaran:
Berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 150.000 per Kilogram, tergantung kualitas kulit dan apakah Anda membeli dalam kondisi mentah atau matang.
Selain di Desa Sijono, oleh-oleh ini sangat mudah ditemukan di:
- Pasar-pasar tradisional di Batang.
- Pusat Oleh-Oleh dan Toko di sepanjang jalan kota.
- Rest Area di sepanjang jalur Pantura Batang.
Jadi, saat Anda melintasi Batang, jangan lupa menyempatkan diri untuk memborong Kerupuk Rambak ini. Citrasanya yang khas akan menjadi pengobat rindu pada suasana Kabupaten Batang. Selamat berburu kuliner!
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar