Gembleng Mental Baja: Koramil 04/Bawang Latih Kedisiplinan & Bela Negara Generasi Muda di Kaki Gunung Prau
BATANG – Generasi muda adalah aset paling berharga yang dimiliki oleh sebuah bangsa. Mereka adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kemajuan negara di masa depan. Dalam filosofi pendidikan dan agama, setiap anak yang terlahir ke dunia diibaratkan sebagai kertas putih yang suci. Mereka belum memiliki identitas yang melekat, dan lingkunganlah yang akan menorehkan tinta di atas kertas tersebut.
Menyadari betapa krusialnya fase pembentukan karakter ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Kewilayahan terus berupaya mengambil peran aktif. Di wilayah Kabupaten Batang, Kodim 0736/Batang sebagai satuan komando teritorial memandang perlunya intervensi positif untuk menyelamatkan pemuda dari degradasi moral dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dokumentasi: Suasana pelatihan fisik dan mental peserta Diklatsus di Desa Jambangan, Bawang.
Membangun Benteng Ideologi di Era Globalisasi
Di era keterbukaan informasi saat ini, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi melulu berupa serangan militer fisik, melainkan melalui perang proksi (proxy war) yang menyasar pola pikir generasi muda. Pelemahan bangsa sering kali dimulai dari lunturnya rasa cinta tanah air dan masuknya ideologi radikal atau budaya hedonisme.
Untuk menangkal hal tersebut, TNI dan Polri sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan negara tak henti-hentinya melakukan "jemput bola". Salah satu implementasi nyata dari upaya ini terlihat dalam kegiatan yang digelar oleh Koramil 04/Bawang pada tanggal 8 Oktober lalu.
Bertempat di Lapangan Desa Jambangan, Kecamatan Bawang, puluhan pemuda yang tergabung dalam peserta Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Koorcab Batang, mendapatkan pelatihan intensif. Kegiatan ini senada dengan semangat pembinaan teritorial yang juga kerap dilakukan dalam kegiatan lain seperti Sosialisasi RT/RW Kodim Batang untuk memperkuat ketahanan wilayah dari level terkecil.
Materi Komprehensif: Dari Wawasan Kebangsaan hingga Bela Diri
Pelatihan yang diberikan oleh instruktur dari Koramil Bawang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis fisik. Kegiatan diawali dengan pemberian materi Wawasan Kebangsaan di dalam ruangan. Materi ini bertujuan untuk menanamkan kembali empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) ke dalam sanubari para pelajar.
Setelah pemahaman ideologi diperkuat, para peserta digiring ke lapangan terbuka untuk pembentukan karakter fisik dan mental. Serma Wasono, Babinsa Koramil 04/Bawang yang bertindak sebagai pelatih utama, memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB). PBB bukan sekadar latihan berbaris, melainkan metode efektif untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup disiplin, kekompakan, loyalitas, dan kepatuhan terhadap instruksi pimpinan.
Dokumentasi: Instruktur dari Koramil 04/Bawang memberikan materi kedisiplinan kepada peserta.
Menyiapkan Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Selain kedisiplinan, Serma Wasono juga membekali para peserta dengan teknik dasar bela diri militer. Hal ini bertujuan agar para pemuda memiliki kemampuan mempertahankan diri (self-defense) serta memiliki fisik yang prima. Dalam sistem pertahanan semesta (Sishankamrata), warga negara yang terlatih merupakan Komponen Cadangan yang siap dimobilisasi untuk membela negara jika keadaan mendesak.
"Generasi muda harus kuat, tidak boleh lembek. Bela diri dan disiplin adalah modal dasar untuk membentuk karakter pemimpin masa depan yang tangguh dan tidak mudah menyerah," ujar Serma Wasono di sela-sela pelatihan.
Semangat pembinaan generasi muda seperti ini juga relevan dengan kegiatan-kegiatan edukatif lainnya di Batang, seperti Kunjungan Edukasi TK Kartika Batang yang menanamkan kecintaan pada lingkungan sejak usia dini.
Atmosfer Latihan di Kaki Gunung Prau
Lokasi pelatihan di Desa Jambangan memberikan nuansa tersendiri. Terletak di dataran tinggi di bawah lereng Gunung Prau—yang menjadi tapal batas antara Kabupaten Batang dan Banjarnegara—udara di sana cukup dingin dan sejuk. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta.
Pemandangan menarik terlihat saat para peserta Diklatsus mengikuti instruksi pelatih. Bak serdadu yang sedang menjalani kawah candradimuka, mereka rela bertelanjang dada, membiarkan kulit mereka terpapar matahari dan angin gunung, demi menyerap ilmu kedisiplinan. Wajah-wajah lelah namun bangga terpancar dari para pemuda-pemudi ini.
Mereka mengikuti setiap tahapan "pendadaran" dengan serius dan gembira. Jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota dan godaan gawai (gadget), mereka belajar tentang arti kebersamaan (korsa), ketahanan fisik, dan cinta tanah air secara langsung dari para prajurit TNI.
Kesimpulan: Harapan Baru dari Batang Selatan
Kegiatan yang diinisiasi oleh Koramil 04/Bawang ini merupakan bukti nyata bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
Melalui gemblengan fisik dan mental ini, diharapkan para anggota CBP dan KPP Koorcab Batang tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mental baja dan jiwa nasionalisme yang kokoh. Merekalah garda terdepan di lingkungannya masing-masing untuk menangkal radikalisme dan menjadi teladan bagi teman sebayanya. (Pendim0736/Red).