Minggon Jatinan Batang: Sensasi Wisata Kuliner Tempo Dulu dengan Mata Uang "Kreweng"

Daftar Isi

Setiap hari Minggu pagi, kawasan Hutan Kota Rajawali (HKR) di Kabupaten Batang berubah wajah menjadi lorong waktu yang membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Di bawah naungan ribuan pohon jati yang rindang, digelar sebuah pasar unik bernama Minggon Jatinan. Destinasi ini bukan sekadar pasar kaget biasa, melainkan sebuah festival budaya dan kuliner yang memadukan konsep back to nature dengan kearifan lokal yang kental.

Sensasi Wisata Kuliner Tempo Dulu dengan Mata Uang KrewengRindu suasana pasar jadul? Kunjungi Minggon Jatinan di Hutan Kota Rajawali Batang. Nikmati kuliner tradisional, alat tukar kreweng, dan nuansa asri setiap Minggu pagi.

Unik! Belanja Menggunakan Uang "Kreweng"

Salah satu daya tarik utama yang membuat Minggon Jatinan viral dan selalu ramai adalah sistem transaksinya. Di sini, uang Rupiah kertas di dompet Anda tidak berlaku secara langsung di lapak pedagang. Pengunjung wajib menukarkan uangnya terlebih dahulu dengan Kreweng, yaitu koin yang terbuat dari tanah liat.

Info Kurs Kreweng:
Biasanya, 1 keping Kreweng dihargai setara dengan Rp 2.000,-. Sensasi memegang koin tanah liat sambil memilih jajanan pasar inilah yang memberikan pengalaman otentik layaknya hidup di zaman kerajaan Majapahit atau Mataram kuno.
Kuliner Pagi di Batang Wisata Batang Minggu Pagi Kuliner Hutan Kota Rajawali

Surga Kuliner Jadul yang Menggugah Selera

Para pedagang di Minggon Jatinan, yang kompak mengenakan busana tradisional Jawa (kebaya dan lurik), menjajakan puluhan jenis makanan yang kini mulai sulit ditemukan di kota besar. Mulai dari Nasi Megono, Pecel, Gandoz, hingga aneka wedang rempah.

Tak ketinggalan, ikon kuliner Batang yang melegenda juga sering hadir di sini. Bagi Anda pecinta jajanan manis dan gurih, pastikan berburu Serabi Kalibeluk. Ukurannya yang jumbo dan rasanya yang otentik menjadi teman pas untuk sarapan di bawah pohon jati. Simak ulasan lengkap kelezatannya di artikel Serabi Kalibeluk: Ikon Kuliner Khas Batang.

Konsep Ramah Lingkungan (Eco-Friendly)

Selain melestarikan budaya, Minggon Jatinan juga mengedukasi masyarakat tentang kelestarian alam. Mayoritas penyajian makanan di sini meminimalisir penggunaan plastik, diganti dengan pincuk daun pisang atau wadah gerabah. Suasana sejuk Hutan Kota Rajawali pun semakin terasa nyaman tanpa sampah plastik yang berserakan.

Lanjut Berpetualang?
Setelah kenyang menikmati sarapan pagi di Minggon Jatinan, agenda liburan Anda di Batang bisa dilanjutkan dengan mengunjungi wisata alam yang lebih menantang. Salah satu rekomendasi terbaik adalah menjelajahi keindahan air terjun di Blado. Cek rute lengkapnya di sini: Rute Menuju Curug Genting Blado.

Lokasi dan Jam Operasional

  • Lokasi: Hutan Kota Rajawali (HKR), Kauman, Batang (Dekat RSUD Batang).
  • Waktu: Setiap hari Minggu, pukul 06.00 - 10.00 WIB (Datanglah lebih pagi agar tidak kehabisan menu favorit!).
cari kuliner di batang kota hutan kota rajawali ikon batang makanan jadul yang legend kuliner batang yang lagi hits Wisata Kuliner Tempo Dulu sensasi kuliner makanan jadul

Kehadiran Minggon Jatinan membuktikan bahwa ekonomi kreatif berbasis budaya mampu menjadi magnet wisata yang kuat. Bagi warga Batang maupun wisatawan luar kota, tempat ini adalah destinasi wajib untuk menutup akhir pekan dengan kenangan manis.

Ingin tahu event mingguan seru lainnya atau rekomendasi tempat nongkrong asik di sekitar Batang? Dapatkan update terbarunya hanya di Mbatang.com.

Posting Komentar