Perjuangan Medis Tembus Isolasi: Kisah Puskesmas Reban Layani Dukuh Sigandul
Di balik keindahan bentang alam pegunungan Kabupaten Batang, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari para tenaga medis. Tepatnya di Dukuh Sigandul, Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, sebuah wilayah yang terletak di ujung perbatasan antara Batang dan Banjarnegara.
Lokasi yang berada di dataran tinggi dan jauh dari pusat Desa Mojotengah membuat sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Sigandul hidup dalam kondisi terisolir. Keterbatasan akses ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga minimnya sarana pelayanan kesehatan yang memadai.
Ilustrasi: Petugas Puskesmas Reban saat bertugas (Dok. Istimewa)
Dilema Warga: Antara Kesuburan Tanah dan Isolasi
Kondisi geografis memaksa warga setempat lebih sering berobat ke Kabupaten Banjarnegara daripada ke fasilitas kesehatan di wilayah sendiri. Sebenarnya, beberapa tahun silam warga Sigandul sempat direlokasi ke Dukuh Gerlang, Desa Pranten, karena wilayah asli mereka masuk dalam zona rawan bencana.
Namun, faktor ekonomi menjadi alasan kuat mereka kembali. Tanah di Dukuh Sigandul dinilai jauh lebih subur untuk bercocok tanam dibandingkan di tempat relokasi, sehingga warga memilih bertahan meski harus menghadapi risiko isolasi wilayah.
Jemput Bola: 4 Jam Menembus Medan Sulit
Menyadari kondisi ini, Kepala Puskesmas Reban, dr. Setyo Umboro, menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan warga tanpa layanan medis. Strategi "Jemput Bola" pun diterapkan meski tantangannya tidak main-main.
"Petugas kami rutin melakukan jemput bola setiap 6 bulan sekali. Untuk mencapai lokasi, petugas harus menempuh perjalanan paling cepat 4 jam dengan melewati medan yang cukup sulit, bahkan harus memutar melewati Kecamatan Blado terlebih dahulu," ungkap dr. Setyo (22/2/2019).
Selain kunjungan berkala, pihak Puskesmas juga menempatkan seorang bidan di Desa Mojotengah. Langkah ini diambil untuk mempermudah komunikasi darurat dan memonitor kondisi kesehatan warga, termasuk pemberian imunisasi dan vaksin bagi balita melalui kegiatan Posyandu.
Komitmen Pemerintah Daerah
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Batang, Suyono, memastikan bahwa pemerintah akan terus berusaha optimal. Pelayanan kesehatan adalah hak seluruh warga, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pelosok perbatasan.
"Kami meminta petugas kesehatan puskesmas setempat untuk selalu sigap. Kami harus memaksimalkan fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Desa Mojotengah, sehingga masyarakat di titik terpencil sekalipun tetap merasakan kehadiran negara melalui pelayanan kesehatan," tegas Suyono.
Dedikasi petugas Puskesmas Reban adalah bukti nyata pengabdian tanpa batas. Semoga akses infrastruktur ke depannya semakin baik demi kesejahteraan warga Batang.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar