Pasar Kembang Cilik: Tradisi Unik Batang Jelang Lebaran

Daftar Isi

Aroma bunga mawar dan melati yang semerbak di sudut-sudut jalan menjadi pertanda bahwa Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Bagi masyarakat Kabupaten Batang, momen Lebaran tak lengkap rasanya tanpa kehadiran tradisi tahunan yang disebut Pasar Kembang.

Tradisi ini merupakan wujud akulturasi budaya Jawa dan nilai-nilai Islam yang masih lestari hingga kini. Uniknya, di Batang dikenal dua istilah pasar kembang berdasarkan waktu pelaksanaannya, yaitu Pasar Kembang Cilik dan Pasar Kembang Gede.

Suasana Pasar Kembang Cilik di Batang
Suasana hiruk pikuk pedagang dan pembeli di Pasar Kembang Batang.

Bedanya Pasar Kembang Cilik dan Gede

Perbedaan mendasar antara kedua pasar ini terletak pada waktu pelaksanaannya. Kehadiran Pasar Kembang Cilik adalah penanda awal bahwa Lebaran tinggal menghitung jam.

  • Pasar Kembang Cilik: Digelar pada H-2 Lebaran.
  • Pasar Kembang Gede: Digelar pada H-1 Lebaran (Puncak keramaian).

Sesuai namanya, komoditas utama yang diperjualbelikan adalah aneka bunga tabur untuk keperluan nyekar (ziarah kubur). Para pedagang yang mayoritas kaum ibu ini menjajakan bunga mawar, melati, kenanga, hingga pandan irum yang didatangkan dari berbagai daerah sekitar.

Lokasi dan Hiruk Pikuk Jalanan

Keunikan lain dari tradisi ini adalah lokasinya. Para pedagang biasanya menggelar lapak dadakan mulai subuh hingga sekitar pukul 10.00 WIB di sepanjang jalan protokol Batang. Beberapa titik yang menjadi pusat keramaian antara lain:

  • Jl. RE Martadinata
  • Jl. Yos Sudarso
  • Jl. Jenderal Sudirman
Transaksi jual beli bunga jelang lebaran

Meski seringkali menimbulkan kemacetan lalu lintas, hal ini justru menjadi "seni" tersendiri bagi warga Batang. Kemacetan di Pasar Kembang bukanlah hal yang menyebalkan, melainkan pemandangan tahunan yang dirindukan.

Tak hanya bunga, pasar tumpah ini juga menjadi pusat belanja kebutuhan dapur dadakan. Anda bisa menemukan pedagang ayam kampung, bebek, entok, hingga selongsong (bingkai) ketupat janur kuning yang siap dimasak untuk hidangan istimewa di hari kemenangan.

Melestarikan Ekonomi dan Tradisi

Lebih dari sekadar jual beli, Pasar Kembang adalah roda penggerak ekonomi rakyat kecil menjelang hari raya. Tradisi ini membuktikan bahwa modernisasi tidak lantas menggerus kebiasaan lokal. Semoga keharuman tradisi ini terus terjaga selagi kita menyongsong gema takbir kemenangan.

Keluarga Besar mBatang.com Mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga segala khilaf dan kesalahan yang tersirat maupun tersurat dalam tulisan kami dapat dimaafkan.

Posting Komentar