Telan Anggaran Rp251 Miliar, 17 KM Jalan Pantura Batang Resmi Dibeton Mulai Januari 2026

Daftar Isi

BATANG – Kabar baik bagi pengguna jalan Pantai Utara (Pantura). Mulai awal tahun 2026, ruas jalan nasional Pekalongan-Batang-Plelen bakal mengalami perbaikan besar-besaran. Tidak sekadar tambal sulam, jalan sepanjang 17 kilometer ini akan direkonstruksi total menjadi beton (rigid pavement) dengan kucuran dana mencapai Rp251 miliar.

Jalan Pantura Batang di Beton

Proyek ini dipastikan berjalan setelah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY menandatangani kontrak pada akhir tahun lalu.

Proyek Strategis Nasional Mulai Januari

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jateng-DIY, Ridwan Umbara, mengonfirmasi bahwa proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bersifat tahun jamak (multiyears).

"Kontrak sudah kami tandatangani 15 Desember lalu dengan nilai sekitar Rp251 miliar. Fokus utamanya adalah rekonstruksi dari aspal ke beton. Target kami, minggu ketiga Januari 2026 ini pekerjaan fisik sudah dimulai," ujar Ridwan saat meninjau lokasi di Jalan Pantura Batang, Selasa (6/1/2026).

Ridwan menjelaskan, saat ini tim di lapangan tengah melakukan survei dan pengukuran teknis sebelum alat berat diterjunkan.

Titik Prioritas: Kejar Target Mudik Lebaran 2026

Dari total 17 kilometer jalan yang dibeton, mayoritas pengerjaan berada di wilayah Kabupaten Batang, yakni sepanjang 14 kilometer, sementara 3 kilometer sisanya masuk wilayah Kota Pekalongan.

Ridwan menegaskan, meski proyek ini memiliki durasi kontrak hingga Juli 2027 (18 bulan), ada beberapa titik krusial yang dikebut agar bisa fungsional sebelum musim mudik Lebaran 2026.

  • Jalan Jenderal Sudirman (Kota Batang): Prioritas awal sepanjang 700 meter.
  • Ruas Batang-Kendal: Fokus pada lajur arah Semarang (3-4 titik strategis) untuk kelancaran arus mudik.

Solusi Permanen untuk Jalur Logistik

Betonisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi Jalan Pantura yang selama ini kerap rusak akibat beban kendaraan berat logistik dan industri. Dengan konstruksi beton, daya tahan jalan akan meningkat signifikan, meminimalkan kerusakan berulang, serta menjamin keselamatan pengendara.

"Kami memohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Mungkin akan ada sedikit gangguan lalu lintas selama konstruksi, tapi ini demi menjawab keluhan publik agar jalan Pantura mulus dan awet kedepannya," pungkas Ridwan.

Posting Komentar