Kampung Ramadan Perdana Desa Depok Batang Hadirkan 70 Stan Gratis
Batang – Pemerintah Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk pertama kalinya menggelar kegiatan Gebyar Ramadan atau Kampung Ramadan di depan Masjid Jami An Nur Depok, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal desa menghadirkan pusat aktivitas ekonomi dan kuliner masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Sejak sore hari, area depan masjid mulai dipenuhi warga yang datang untuk melihat-lihat stan sekaligus membeli takjil berbuka puasa. Meski hujan sempat turun pada awal pembukaan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap berdatangan hingga menjelang waktu magrib.
Fenomena pasar kuliner Ramadan sendiri beberapa tahun terakhir mulai berkembang di berbagai wilayah Batang, sebagaimana terlihat pada kegiatan Ramadan di sejumlah desa sebelumnya. Desa Depok kini ikut menghadirkan ruang ekonomi musiman bagi warganya.
Kampung Ramadan Perdana Desa Depok
Kepala Desa Depok, Kaminoto, mengatakan kegiatan Kampung Ramadan merupakan upaya pemerintah desa menghidupkan perekonomian masyarakat selama bulan puasa.
“Ini pertama kali Desa Depok mengadakan Gebyar Ramadan atau Kampung Ramadan. Di desa lain sudah ada, tapi alhamdulillah tahun ini kami bisa mewujudkannya. Mudah-mudahan bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan data panitia dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terdapat sekitar 70 stan yang mendaftar. Sebanyak 68 stan sudah menempati lokasi meskipun sebagian belum aktif akibat cuaca hujan.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama bulan Ramadan hingga menjelang akhir yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai masa “Pasar Kembang”, yakni periode meningkatnya aktivitas belanja menjelang Idulfitri.
Sentra Kuliner dan Perputaran Ekonomi Warga
Stan yang berpartisipasi didominasi pedagang makanan dan minuman berbuka puasa. Pilihan kuliner cukup beragam, mulai dari jajanan tradisional seperti lapis, cenil, dan gorengan hingga makanan modern seperti dimsum dan takoyaki.
Kehadiran Kampung Ramadan diharapkan memperkuat usaha warga, sejalan dengan berkembangnya pelaku usaha kecil di tingkat desa yang memanfaatkan momentum Ramadan.
“Harapannya tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, perputaran ekonomi di desa bisa lebih baik,” ujarnya.
Selain warga Desa Depok, pengunjung juga datang dari desa sekitar karena lokasi yang berada di pinggir jalan utama memudahkan akses masyarakat.
Stan Gratis untuk Pedagang
Pemerintah desa menegaskan seluruh pedagang tidak dipungut biaya. Desa hanya menyediakan tempat serta menata los agar tertib dan nyaman.
“Gratis, tidak dipungut biaya. Desa hanya menyediakan tempat agar tertata dengan baik,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan membantu pelaku usaha kecil agar dapat berjualan tanpa terbebani biaya sewa sehingga keuntungan bisa dirasakan langsung oleh warga.
Dukungan PKK dan Antusiasme Pengunjung
Ketua PKK Desa Depok, Rafika Hidayanti, menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut. PKK bahkan membuka dua stan yakni jajanan tradisional dan busana muslim.
“Kami sangat mendukung karena sebagian besar yang dijual adalah kuliner. Harapannya ibu-ibu bisa meningkatkan kualitas dan kreativitas olahan makanan,” tuturnya.
Salah satu pengunjung, Andini, mengaku senang karena kini warga tidak perlu keluar desa untuk membeli takjil.
“Senang sekali, jadi kalau mau beli takjil tidak perlu jauh-jauh. Makanannya juga bervariasi,” ujarnya.
Selain menjadi pusat kuliner, Kampung Ramadan juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat. Warga dapat berkumpul menunggu waktu berbuka sehingga suasana kebersamaan Ramadan semakin terasa.
Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi pusat ekonomi musiman yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Depok secara berkelanjutan.

Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar