Mahasiswa KKN UIN Walisongo Rebranding Logo Produk Bandrek UMKM di Batang
BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-21 Posko 15 UIN Walisongo Semarang melaksanakan program pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui kegiatan rebranding logo produk minuman bandrek di SD Negeri Tembok 01, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan identitas produk dan daya tarik kemasan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Upaya penguatan ekonomi lokal ini juga sejalan dengan berbagai potensi usaha dan investasi yang berkembang di Kabupaten Batang, seperti yang dibahas dalam artikel daftar perusahaan di KITB Batang dan peluang usaha vendor lokal.
Produk Bandrek Lokal Memiliki Potensi Besar
Mahasiswa KKN menilai bandrek produksi SD N Tembok 01 memiliki cita rasa khas serta manfaat kesehatan karena menggunakan bahan alami berupa jahe yang diolah dengan baik.
Potensi UMKM seperti ini sebenarnya sudah lama menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi daerah. Berbagai produk kreatif dan kuliner lokal bahkan sering ditampilkan dalam kegiatan pameran daerah seperti yang pernah terjadi pada Batang Expo yang menampilkan berbagai stand UMKM dan ekonomi kreatif.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimaksimalkan karena produk sebelumnya belum memiliki logo yang kuat sebagai identitas merek.
Anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT 21 Posko 15, Sholikh Azizi, mengatakan bahwa penguatan branding menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai jual produk UMKM.
“Bandrek ini memiliki potensi besar. Selain rasanya khas, bahan utamanya adalah jahe alami yang memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen,” ujar Azizi.
Mahasiswa KKN Lakukan Rebranding Logo Produk
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo melakukan pembaruan desain logo agar tampil lebih modern, menarik, dan mudah diingat oleh konsumen.
Rebranding logo ini diharapkan dapat memperkuat identitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik visual pada kemasan bandrek.
Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKN menyerahkan desain logo baru secara simbolis kepada pemilik UMKM, Rifqi Fauzi.
Pelaku UMKM Apresiasi Program KKN
Pemilik UMKM bandrek, Rifqi Fauzi, menyambut baik program pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo.
“Program ini sangat membantu kami. Anak muda biasanya memiliki ide yang kreatif dan visioner. Selama ini kami lebih fokus pada fungsi produk, belum terlalu memperhatikan desain atau estetika,” ujarnya.
Pihak SD N Tembok 01 juga menyampaikan apresiasi kepada tim KKN atas pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM di lingkungan sekolah.
Selain potensi UMKM, Kabupaten Batang juga dikenal memiliki berbagai potensi wisata dan edukasi pertanian, salah satunya Agrowisata Kebun Benih Hortikultura Clapar Subah yang menjadi pusat pembelajaran hortikultura di daerah tersebut.
Diharapkan UMKM Semakin Kompetitif
Melalui program rebranding logo produk bandrek ini, diharapkan usaha lokal di Desa Tembok, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dapat semakin berkembang dan memiliki identitas merek yang lebih kuat sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar