Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Deles–Pranten di Bawang Batang Lumpuh Total

Daftar Isi

Batang – Kondisi jalan penghubung Desa Deles menuju Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, hingga Sabtu, 25 Januari 2026, masih belum dapat dilewati kendaraan. Akses jalan tertutup material longsor berupa tanah dan bebatuan yang turun dari tebing akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Perbaikan jalan deles pranten

Longsor tersebut menutup hampir seluruh badan jalan desa, sehingga aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas antarwilayah terganggu. Hingga saat ini, proses pembersihan material longsoran masih berlangsung dan menjadi fokus utama penanganan.

Proses Penanganan Longsor

Berdasarkan pantauan di lokasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang bersama Pemerintah Desa Deles telah melakukan upaya pemindahan material longsor yang menutup jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Namun demikian, cuaca di lokasi yang masih kurang bersahabat menjadi salah satu kendala utama. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi, sehingga berpotensi menimbulkan longsor susulan dan memperlambat proses evakuasi.

Menurut hasil pengamatan di lapangan, prioritas utama penanganan saat ini adalah pembukaan kembali akses jalan dengan menggunakan alat berat agar jalur penghubung antar desa dapat segera difungsikan.

Kondisi Geografis Desa Deles

Desa Deles merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Letaknya sekitar 2,5 kilometer di sebelah selatan pusat pemerintahan kecamatan dan termasuk wilayah pegunungan.

Secara geografis, Desa Deles berada di kawasan atas dan berbatasan dengan wilayah lereng Gunung Prau. Kondisi alam tersebut menjadikan desa ini rawan terhadap bencana tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Desa Deles memiliki beberapa dusun, di antaranya Dukuh Sidomulyo dan Dukuh Cepit. Mayoritas mata pencaharian warga berasal dari sektor pertanian dan perkebunan yang khas wilayah pegunungan.

Dampak Terhadap Aktivitas Warga

Terputusnya akses jalan Deles–Pranten berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi ini juga mempersulit distribusi hasil pertanian serta akses layanan darurat.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah desa maupun pihak terkait, khususnya saat melintas di wilayah rawan longsor. Informasi terkini mengenai kondisi jalan juga dapat diikuti melalui berita kebencanaan Kabupaten Batang.

Jalur Alternatif Menuju Desa Pranten

Sebagai solusi sementara, akses menuju Desa Pranten masih dapat ditembus melalui Dusun Pawuhan, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur. Jalur alternatif ini dapat digunakan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Meskipun kondisi jalan tergolong baik, pengguna jalan diimbau untuk ekstra hati-hati karena medan tanjakan dan turunan cukup ekstrem. Pengendara juga disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas.

Informasi jalur alternatif lainnya dapat dibaca di artikel terkait: Jalur Alternatif Akses Desa Pranten.

Imbauan dan Antisipasi

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi lokasi longsor demi menghindari risiko kecelakaan. Warga juga diminta tetap siaga terhadap kemungkinan longsor susulan selama musim hujan masih berlangsung.

Dengan penanganan menggunakan alat berat dan koordinasi lintas instansi, diharapkan akses jalan Deles–Pranten dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti semula.

Posting Komentar