​Mengenal Serabi Kalibeluk: Kuliner Legendaris Batang yang Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional

Daftar Isi

Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memiliki kekayaan kuliner yang melegenda, yakni Serabi Kalibeluk. Makanan khas ini diyakini sudah ada sejak zaman Kesultanan Mataram sekitar tahun 1663, menjadikannya salah satu kuliner tertua yang masih eksis hingga kini.

Eksistensi Serabi Kalibeluk semakin kuat setelah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Pengakuan ini merupakan upaya negara melindungi kuliner tradisional yang sarat nilai sejarah.

Cita Rasa Autentik dan Tekstur Khas

Berbeda dengan serabi dari daerah lain, Serabi Kalibeluk memiliki ciri fisik yang sangat menonjol. Ukurannya tergolong besar dengan diameter sekitar 10 cm, memiliki tekstur tebal, empuk, dan berongga.

Ibu Fadhilah, salah satu pembuat serabi di kawasan ini, menuturkan bahwa resep yang digunakan merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang. Hal inilah yang menjaga kualitas rasa tetap sama seperti masa lalu.

Kuliner ini umumnya disajikan dalam dua varian rasa klasik:

  • Original: Menawarkan rasa gurih santan yang kental dan autentik.
  • Gula Merah: Memberikan sensasi manis legit yang menggugah selera.

Bertahan dengan Proses Tradisional

Di tengah gempuran teknologi modern, pembuatan Serabi Kalibeluk masih mempertahankan cara-cara lama demi menjaga kualitas rasa. Para perajin serabi di Desa Kalibeluk umumnya enggan beralih ke alat modern.

Proses pengolahannya membutuhkan ketelatenan tinggi:

  1. Penggilingan Manual: Beras digiling menggunakan alat tumbuk kayu, bukan mesin, untuk mendapatkan tekstur tepung yang pas.
  2. Tungku Kayu Bakar: Adonan dimasak di atas tungku perapian kayu, bukan kompor gas.
  3. Wajan Tanah Liat: Penggunaan gerabah memberikan aroma asap (smoky) yang khas dan mematangkan serabi secara merata.

Perpaduan bahan alami seperti tepung beras, kelapa parut, dan gula jawa yang diolah secara manual inilah yang membawa penikmatnya bernostalgia ke masa kecil.

Simbol Kearifan Lokal

Penetapan status Warisan Budaya Tak Benda menjadi tonggak sejarah penting. Serabi Kalibeluk kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas dagang, melainkan simbol kearifan lokal masyarakat Batang yang wajib dijaga keasliannya dari generasi ke generasi.

Lokasi dan Harga

Kuliner legendaris ini dapat dengan mudah dijumpai di kawasan Pasar Warungasem, Batang, Jawa Tengah.

Harganya sangat terjangkau bagi semua kalangan. Hanya dengan Rp15.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan satu tangkup (satu pasang) serabi yang mengenyangkan.

Penulis: Waliyatul Nikmah

3 komentar

Silahkan di kritik siapa tau admin salah menulis artikel tentang Kabupaten Batang

Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
Anonim
Anonim
22:57 Hapus
sering lihat penjual serabi kalibeluk di pertigaan lampu bangjo warungasem
Serabi kesukaan Almarhum Ibuku suka banget yang warna cokelat
Serabi sanan putih bikin nagih sekarang jarang beli