Kampung Ramadan Perdana di Kebonan Batang, Remaja Masjid Gelar Lomba Sebulan Penuh

Daftar Isi

Batang – Ramadan 1447 Hijriyah menjadi momen berbeda bagi warga Dukuh Kebonan, Kelurahan Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang. Untuk pertama kalinya, remaja Masjid Bustanul Jannah menggelar kegiatan bertajuk Kampung Ramadan yang akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 19 Februari hingga 18 Maret 2026.

Kegiatan ini melibatkan seluruh generasi muda jemaah masjid dan dirancang sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang kreativitas selama bulan suci. Sejak hari pertama pembukaan, halaman masjid mulai dipadati warga yang ingin menyaksikan rangkaian acara perdana tersebut.

Kegiatan serupa mulai banyak digelar di berbagai wilayah Kabupaten Batang dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang terlihat pada agenda Ramadan di sejumlah wilayah Batang yang menghadirkan aktivitas keagamaan dan ekonomi warga.

Kampung Ramadan Masjid Bustanul Jannah Kebonan Batang 2026 dipadati warga

Upaya Menghidupkan Masjid Lewat Generasi Muda

Ketua Panitia Kampung Ramadan, Ustaz Choirul Huda, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan generasi muda dengan masjid. Ia menilai selama ini anak muda membutuhkan ruang kegiatan positif yang berkelanjutan.

“Even ini bertujuan agar membangkitkan semangat generasi muda untuk menghidupkan masjid selama Ramadan maupun setelah Ramadan nantinya,” katanya saat ditemui di halaman Masjid Bustanul Jannah, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, panitia sengaja merancang kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid. Dengan demikian, jumlah jemaah di masa mendatang diharapkan meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi media memakmurkan masjid lewat kehadiran anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan Kampung Ramadan akan dijadikan agenda tahunan apabila mendapat respons positif dari masyarakat.

Beragam Lomba Edukatif dan Kreatif

Selama satu bulan pelaksanaan, panitia menyiapkan berbagai perlombaan yang digelar setiap pekan. Di antaranya lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba da'i cilik, lomba kentongan sahur, serta lomba video reels bertema Ramadan yang diikuti remaja dari berbagai usia.

Kegiatan tersebut dirancang untuk menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga dakwah tidak hanya dilakukan secara konvensional tetapi juga melalui media digital.

Panitia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada peserta lomba video pra-Ramadan sebagai bentuk dukungan pemanfaatan teknologi informasi secara positif.

Choirul Huda mengungkapkan, ide penyelenggaraan Kampung Ramadan terinspirasi dari kegiatan serupa di sejumlah masjid besar di Indonesia yang sukses menarik partisipasi generasi muda.

Aktivitas kreatif remaja masjid juga dinilai mampu memperkuat peran generasi muda dalam kegiatan sosial keagamaan, sebagaimana berkembang pada partisipasi pemuda dalam kegiatan masyarakat desa di berbagai daerah.

“Kami terinspirasi dari kegiatan keagamaan kreatif di beberapa masjid yang mampu menghadirkan anak muda ke masjid selama Ramadan,” jelasnya.

Dukungan donatur, toko sekitar, serta masyarakat setempat turut membantu terselenggaranya kegiatan perdana tersebut.

Dukungan Pemerintah Kecamatan

Kegiatan Kampung Ramadan secara resmi dibuka oleh Camat Batang, Laksono Pramudito. Ia mengapresiasi inisiatif remaja Masjid Bustanul Jannah karena mampu menghadirkan kegiatan positif selama bulan suci.

“Kegiatan ini sangat baik karena takmir memberikan amanah kepada anak muda untuk memakmurkan masjid sekaligus lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum tepat untuk membentuk karakter generasi muda melalui aktivitas religius dan sosial.

Ia berharap kegiatan serupa dapat mengurangi aktivitas negatif remaja di malam hari dan menggantinya dengan kegiatan bermanfaat.

“Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan positif seperti membaca Alquran, kajian, dan aktivitas bermanfaat, bukan hal-hal yang mengganggu kenyamanan ibadah masyarakat,” katanya.

Menjadi Ruang Interaksi Sosial Warga

Selain perlombaan, Kampung Ramadan juga menjadi ruang berkumpul warga setiap sore dan malam hari. Orang tua mengantar anak mengikuti lomba, sementara remaja terlibat sebagai panitia dan peserta kegiatan.

Suasana kebersamaan terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok usia dalam satu kegiatan keagamaan. Hal tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan sosial antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadan, tetapi dapat menjadi awal gerakan pembinaan remaja masjid secara berkelanjutan.

Dengan adanya Kampung Ramadan, Masjid Bustanul Jannah diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga ruang edukasi, kreativitas, dan pembentukan karakter generasi muda di Dukuh Kebonan.

Posting Komentar