Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Dimsum Gembil Batang Lewat E-Katalog dan Strategi Digital Marketing
MBATANG.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-21 Posko 15 UIN Walisongo Semarang melaksanakan program pendampingan UMKM lokal melalui pembuatan katalog produk fisik dan e-katalog digital untuk usaha kuliner Dimsum Gembil di Desa Tembok, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/2/2026) ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus upaya mendorong digitalisasi UMKM. Program tersebut dijalankan selama kurang lebih tiga minggu, sejak 29 Januari hingga 20 Februari 2026.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu pelaku usaha kecil agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan jangkauan pasar dan memperkuat strategi promosi bisnis online.
Dukungan Mahasiswa KKN untuk Pengembangan UMKM Desa
Pendampingan UMKM menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa KKN karena sektor usaha mikro memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian masyarakat desa.
Dalam program ini, mahasiswa dari Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT Posko 15 memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha Dimsum Gembil untuk meningkatkan kualitas promosi produk.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembuatan buku katalog produk serta e-katalog digital yang dapat diakses secara online oleh calon konsumen.
Dengan adanya katalog tersebut, konsumen dapat melihat informasi produk secara lebih lengkap, mulai dari jenis menu, foto produk, hingga daftar harga yang tersedia.
Baca juga: Program KKN Mahasiswa yang Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Desa
Mendorong Digital Marketing untuk UMKM Kuliner
Anggota Divisi Ekonomi Kreatif, Saviera Nalal Muna, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu UMKM agar memiliki sistem promosi yang lebih modern dan efektif.
Menurutnya, katalog produk merupakan salah satu media pemasaran yang sangat penting bagi pelaku usaha karena dapat memudahkan konsumen dalam mengetahui informasi produk secara jelas.
“Pembuatan buku katalog dan e-katalog untuk UMKM Dimsum Gembil ini bertujuan membantu UMKM di Desa Tembok agar produk mereka semakin dikenal oleh masyarakat luas,” jelas Saviera.
Ia menambahkan bahwa katalog tersebut juga memudahkan konsumen ketika ingin membeli produk karena semua informasi sudah tersedia secara lengkap.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa berharap UMKM lokal dapat memanfaatkan strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan.
E-Katalog Terintegrasi dengan Instagram
Salah satu inovasi yang dilakukan dalam program ini adalah pembuatan e-katalog digital yang dihubungkan langsung dengan akun Instagram Dimsum Gembil.
E-katalog tersebut kemudian dicantumkan pada bagian bio Instagram sehingga konsumen dapat dengan mudah mengakses daftar menu secara online.
Di dalam e-katalog tersebut, tersedia berbagai informasi penting seperti:
- Foto asli produk Dimsum Gembil
- Daftar menu dan harga terbaru
- Informasi kontak admin
- Nomor WhatsApp untuk pemesanan langsung
Dengan sistem ini, konsumen dapat menghubungi admin secara real-time untuk menanyakan produk maupun melakukan pemesanan.
Selain itu, katalog fisik juga tetap dibuat untuk kebutuhan promosi offline, seperti ketika mengikuti kegiatan bazar atau penjualan langsung kepada konsumen.
Artikel terkait: Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi dan UMKM Desa
Respon Positif dari Pelaku UMKM
Pemilik usaha Dimsum Gembil, Afifatul Aini, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN.
Menurutnya, program tersebut memberikan pengalaman baru terutama dalam memahami cara mempromosikan produk melalui media digital.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan adanya program ini untuk UMKM Dimsum Gembil. Teman-teman KKN sangat mendampingi kami, terutama dalam pembuatan katalog dan proses digitalisasi,” ujarnya.
Ia juga mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara menampilkan menu digital yang dapat diakses langsung melalui Instagram.
“Sekarang sudah ada link menu di Instagram, sehingga konsumen bisa langsung melihat katalog produk kami. Itu menjadi pengalaman baru dan sangat membantu usaha kami,” tambahnya.
Peluang Pasar Lebih Luas untuk UMKM Lokal
Dengan adanya katalog produk yang lebih profesional dan sistem promosi digital yang terintegrasi dengan media sosial, UMKM Dimsum Gembil diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Jika sebelumnya pemasaran hanya dilakukan secara lokal, kini produk tersebut memiliki peluang untuk dikenal oleh konsumen dari berbagai wilayah.
Pemanfaatan teknologi digital dalam promosi UMKM juga menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing usaha kecil di era ekonomi digital.
Baca juga: Kegiatan Mahasiswa yang Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat Desa
Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa
Program pendampingan UMKM yang dilakukan oleh mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga membantu pelaku usaha kecil dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
Digitalisasi UMKM seperti pembuatan katalog online, pemasaran melalui media sosial, hingga pemanfaatan platform komunikasi digital dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.
Diharapkan program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu mengembangkan bisnisnya secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan promosi yang lebih efektif dan dukungan teknologi digital, UMKM lokal seperti Dimsum Gembil memiliki peluang besar untuk berkembang dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.


Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar