Nostalgia Batang Tempo Doeloe: Mengenang Bioskop Srikandi hingga Mitos Wiyonggo (Era 70-90an)

Daftar Isi

Batang – Pernahkah Anda rindu dengan suasana Kabupaten Batang di masa lalu? Bukan tentang sejarah berdirinya kabupaten, melainkan kenangan-kenangan kecil yang "receh" namun sangat membekas di hati warga lokal. Kali ini, mBatang.com akan mengajak Anda memutar waktu ke era 1970 hingga 1990-an.

Mari kita bernostalgia sejenak, mengenang sudut-sudut kota, tokoh unik, hingga mitos yang pernah menghiasi masa kecil kita di Batang. (Jika ingin membaca sejarah formal terbentuknya Kabupaten Batang, silakan baca di sini).

Suasana Kota Batang Tempo Dulu

Potret kenangan suasana Batang tempo dulu.

1. Era Kejayaan Bioskop Lokal

Anak muda Batang tahun 80-an pasti tidak asing dengan dua bioskop legendaris ini:

  • Bioskop Srikandi: Terletak strategis di sebelah Kantor Pos Alun-alun (sebelah Bakso Giman). Bioskop ini terkenal dengan program Midnight Show-nya yang murah meriah. Tiketnya pun sangat khas (arsip tiket bisa dilihat di batang.org). Kini, lokasinya telah berubah menjadi deretan ruko.
  • Bioskop Mustika: Berlokasi di Jl. RE Martadinata (Kidul Rel). Bioskop ini punya segmen pasar sendiri dengan ciri khas memutar film-film India (Bollywood) dan film dewasa pada masanya. Bangunannya sempat roboh termakan usia dan kini lahannya digunakan sebagai tempat penitipan sepeda motor.
Pasar Senggol Batang Tempo dulu

2. Pasar Senggol & THR Kramat

Sebelum ada online shop, Batang punya Pasar Senggol di area Stasiun Lama. Ini adalah surganya onderdil bekas dan tempat berkumpulnya para makelar (blantik) motor. Sayangnya, pasar legendaris ini sudah ditertibkan oleh PJKA.

Selain itu, ada hiburan rakyat THR Kramat. Tempat ini sangat ikonik setiap Jumat Kliwon dengan pertunjukan dangdut yang dimotori oleh Nursalam. Namun, anak-anak kecil sering takut ke sini karena mitos sosok "Santi Ndobleh" yang suka meminta uang jajan pada pengunjung. Kini, THR Kramat telah bersolek menjadi kolam renang modern.

Baca Juga: Ingin tahu lebih dalam soal tempat angker? Cek artikel Misteri dan Sejarah Taman Hiburan Kramat Batang.

3. Tokoh Unik yang Selalu Diingat

Setiap kota punya "legenda jalanan"-nya sendiri, begitu pun Batang:

  • Lek Pendek: Penjual gulali keliling (konon dari Kampung Gili). Gulalinya unik, bisa dibentuk berbagai hewan dan ditiup seperti peluit. Harganya dulu cuma Rp 25!
  • Kojek Bisu: Penjual cilok (kojek) yang sering mangkal di SD. Meski tuna wicara, ciloknya juara enaknya. Beliau juga menjual mainan gambaran. Hingga kini, kabarnya tak lagi terdengar.
  • Si "Alex": Di tahun 70-an, ada pelari kulit hitam yang tinggal di asrama alun-alun bernama Alex. Saking terkenalnya, dulu setiap anak kecil di Batang yang berkulit gelap sering dipanggil "Alex".
  • Tokoh "Ikonik" Lainnya: Siapa yang ingat Mualem (dengan jargon: "Lem Mualem bodone kapan?"), Siwas, Waleng (si Bule), hingga generasi yang lebih baru seperti Diono dan Jono/Joni.

4. Sepak Bola Cakra

Sebelum Persibat merajai, ada kesebelasan lokal bernama Cakra yang sangat disegani. Markasnya di Kebonrojo Kauman (belakang Telkom) dengan asrama di Kauman Gang 7. Pemain-pemain legendaris yang masih diingat antara lain Cahyono, Jebrik, Subahan, Yasin, dan Joko.

5. Mitos dan Tempat Ikonik yang Hilang

Misteri Wiyonggo

Anak-anak yang suka mandi di Sungai Voltus, Kali Sier Sambong, atau Bendungan Kramat pasti pernah ditakut-takuti orang tua: "Aja dolan neng kali, mengko dicaplok Wiyonggo!". Wiyonggo digambarkan sebagai makhluk air pemangsa manusia. Entah mitos atau fakta, cerita ini sukses membuat anak-anak waspada saat main di sungai.

Toko-Toko Legendaris

Warga Batang Kota pasti akrab dengan toko-toko milik warga Tionghoa seperti Toko Singapura, Toko Hongkong, Toko Lamteh, Cik Gin, Cik Ani, hingga Toko Saerah. Nama-nama toko ini seolah menjadi penanda kemajuan ekonomi Batang kala itu.

Pangkas Rambut Pohon Beringin

Di bawah Pohon Beringin Alun-Alun Batang, dulu berjejer tukang cukur rambut. Uniknya, mereka mencukur di ruang terbuka. Jadi, kalau tiba-tiba hujan turun saat rambut baru dicukur separuh, pelanggan dan tukang cukur harus lari berteduh bersama!

Ancer-ancer Jalan yang Melegenda

  • Gang Es Walls: Di Jl. Gajahmada (Bangunsari Barat) dulu ada agen Es Walls. Meski agennya sudah pindah, nama gang itu tetap disebut "Gang Es Walls" hingga sekarang.
  • Gang Rongsok (Gang Perkutut): Masih di Jl. Gajahmada, gang ini disebut Gang Rongsok karena dulu ada usaha rongsok milik H. Ibrohim di sana.
  • Pos Polisi Perempatan: Dulu ada pos polisi di perempatan Jl. Gajahmada - Jend. Sudirman. Sekarang bangunan itu sudah hilang tanpa bekas.
Tahukah Anda? Bupati Batang di masa lalu punya tradisi unik membagi-bagikan uang (angpao) saat malam takbiran di Jl. Veteran. Sebuah tradisi yang kini mungkin dianggap gratifikasi, namun dulu sangat dinanti rakyat.

6. Burung Merak & Jembatan Hilang

Kantor Kabupaten Batang dulu memelihara burung merak yang indah. Anak-anak SD zaman itu sering berebut mengambil bulu merak yang jatuh untuk disimpan di buku, karena mitosnya bulu itu bisa beranak-pinak.

Ada juga misteri "Jembatan Gede" di Jl. Ahmad Dahlan (Bogoran) dekat Pengadilan Agama/Kantor PDI. Dulu ada dua jembatan, "Jembatan Cilik" dan "Jembatan Gede". Sekarang, Jembatan Gede itu seolah hilang tertimbun pembangunan jalan.

Kenangan indah memang tak bisa diulang, namun bisa diceritakan kembali. Lampu hias di pertigaan Proyonanggan dan Sawahan Kauman era Pak Bintoro mungkin sudah padam, tapi ingatan kita tentang Batang yang asri dan penuh cerita tak akan pernah redup.

Punya kenangan lain tentang Batang yang belum tertulis di sini? Atau punya cerita dari zaman penjajahan? Yuk, bagi cerita Anda di kolom komentar!

Simak terus cerita unik lainnya hanya di mBatang.com - Portal Informasi dan Sejarah Kabupaten Batang.

5 komentar

Silahkan di kritik siapa tau admin salah menulis artikel tentang Kabupaten Batang

Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
keren :like: #inikotaku
Tiap habis potong rambut di Alun-Alun habis itu beli es osron waktu itu.
Lek kojek bisu dulu mangkal di sekolah ku SD Proyonanggan 5 Batang
Tetanggaku orangnya hitam namanya agus pangilannya alek sampai sekarang
Mualem sering di pasar bodo ne kapan lem mualim